WABUP GARANG! Tinjau Rumah Rubuh di Madat – Siap Bangun 2027! Luar Biasa! 104 Kali Donor Darah, AKBP Dadang Djoko Karyanto Hidupkan Tagline Baru Kapolri Hangat! Kapolres Tanjab Barat AKBP Ramadhanil Bagi-bagi Makanan dan Makan Bareng Masyarakat Bupati Tanjab Barat Tandatangani MoU Strategis dengan ASDP di Jakarta Tak Beri Izin, Kebun Sawit Malah Digali! Warga Somasi PT Montd’Or dan PT Olindo, Tuntut Pipa Dicabut

Home / Berita

Senin, 7 Oktober 2024 - 11:35 WIB

Belasan Tahun Mengabdi, Honorer RSUD Raden Mattaher Jambi Tidak dimasukkan Kedalam Database

JAMBI — Ratusan orang honorer RSUD Raden Mattaher Jambi melakukan aksi demo. Mereka menuntut ketidakadilan dari manajemen Rumah sakit terhadap mereka.

Mereka dianggap sebelah mata oleh manajemen Rumah sakit, sebab sampai saat ini mereka tidak dimasukkan ke dalam database. Alasan manajemen karena status rumah sakit merupakan BLUD.

Yang membuat mereka kecewa, rumah sakit pemerintah provinsi lainnya seperti rumah sakit jiwa Provinsi Jambi statusnya juga BLUD, namun honor di sana terdaftar di database.

Karena tidak terdaftar di database, mereka tidak bisa mendaftar ASN PPPK, dan itu sangat merugikan bagi honor di sana.

“Sudah belasan tahun kami mengabdi di sini, tapi tidak masuk database, alasannya karena BLUD, padahal Rumah sakit lain juga BLUD tapi mereka terdaftar di database. Ini yang kami sesalkan,” kata seorang perawat.

BACA LAINNYA  Atok di Vonis Hakim 36 Hari, Damewati Sihite SH MH: Di Bungo Masih Ada Keadilan

Mereka melakukan aksi unjuk rasa di depan rumah sakit itu sendiri. Mereka membentangkan karton yang tertuliskan uneg-uneg mereka.

Selain menuntut kejelasan database, pihaknya juga meminta kepada pemerintah Provinsi Jambi khususnya Rumah sakit Raden mattaher Jambi untuk menambah kuota PPPK.

“Sekarang formasinya hanya sedikit sekali. Sementara honorer disini cukup banyak,” katanya.

Mereka menduga jika management rumah sakit tidak mau ambil pusing soal data honorer. Kemungkinan karena tidak ada uang masuknya.

“Yang selalu diperhatikan adalah ASN. Sama-sama kita ketahui jika jumlah ASN disini sangat sedikit, yang banyak itu honorer. Tanggung jawab honorer hampir sama, tapi kesejahteraan jauh dari mereka,” katanya.

“Tolonglah hai pimpinan kami, tolonglah pak gubernur, DPRD provinsi Jambi. Perhatikan nasib kami. Belasan tahun mengabdi disini tapi jauh dari kata sejahtera,” sambungnya.

BACA LAINNYA  Diklat Peningkatan Kinerja Perumda Air Minum Tirta Peusada.

Selain menuntut formasi PPPK, ratusan tenaga honor ini juga menuntut keadilan dan pemerataan insentif BPJS yang mereka terima.

Informasi yang dihimpun jika insentif BPJS seperti dimainkan oleh manajemen. Siapa yang protes akan lebih banyak mendapatkan insentif, sementara yang tidak protes akan menerima alakadarnya.

“Kami minta transparan. Jangan mentang-mentang kami honorer, kami dipermainkan. Ingat, doa orang teraniaya akan dikabulkan oleh Allah,” kesalnya.

Jika tuntutan mereka tidak dikabulkan oleh manajemen rumah sakit maka mereka akan melakukan aksi yang cukup besar lagi bahkan mereka akan melakukan aksi mogok kerja. (*)

Share :

Baca Juga

Berita

Dukung Peran Penting Inovasi Keuangan, Ojk Gelar The 2nd Ojk International Research Forum 2024

Berita

Foto Hasil Karya Jurnalistik Diambil, Sejumlah Wartawan Tanjabbar Angkat Bicara

Berita

Buka Puasa Bersama TNI–Polri, Perkuat Sinergitas Jelang Pengamanan Ops Ketupat

Berita

Seorang Supir Truck Ditemukan Tewas Gantung Diri Didalam Kamar Mandi Rumah Makan

Berita

Usai Makan Bersama Siswa Diktuk Bintara SPN Jambi, Kapolda Jambi: Jadilah Polisi Yang Benar

Berita

Lapas Idi Panen Jagung dan Melon, Wujud Nyata Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Berita

Pastikan Mudik Tenang Dan Menyenangkan, Hutama Karya Gelar Apel Siaga Serentak

Berita

Dandim 0416/Bute Ingatkan Pentingnya Netralitas Bagi Seluruh Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kodim 0416/Bute