MERANGIN – Kreativitas warga Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, patut diapresiasi. Melimpahnya pohon kelapa sawit dimanfaatkan menjadi peluang usaha menjanjikan dengan mengolah lidi daun sawit menjadi kerajinan piring antipecah yang ramah lingkungan.
Salah satu perajin, Sulastri, warga Desa Meranti B3, Kecamatan Renah Pamenang, berhasil menyulap limbah lidi daun kelapa sawit menjadi piring yang bernilai ekonomi.
Di tangannya, bahan yang sebelumnya dianggap tak berguna kini menjadi produk kerajinan yang diminati masyarakat.
Proses pembuatannya dimulai dari pengambilan daun kelapa sawit sisa panen di kebun warga. Daun tersebut kemudian dibersihkan hingga menjadi lidi yang siap diolah.
Selanjutnya, lidi dianyam secara manual hingga membentuk piring, lalu difinishing agar tampak lebih rapi, kuat, dan tahan lama.
Kerajinan piring lidi ini tidak hanya menarik secara tampilan, tetapi juga memiliki keunggulan karena ringan, ramah lingkungan, dan tidak mudah pecah. Hal ini membuatnya banyak diminati sebagai perlengkapan dalam berbagai acara, seperti hajatan dan kegiatan desa.
Sulastri mengungkapkan, permintaan sewa piring lidi cukup tinggi. Dalam satu kali penyewaan, ia mematok harga sekitar Rp300 ribu untuk 300 buah piring. Bahkan, pemesanan tidak hanya datang dari desa setempat, tetapi juga dari desa-desa sekitar.
“Bulan ini saja sudah beberapa kali disewa, bukan hanya dari desa sini, tapi juga desa tetangga,” ujarnya.
Selain disewakan, piring lidi ini juga memiliki potensi untuk dipasarkan lebih luas. Saat ini, harga jualnya berkisar Rp50 ribu per lusin untuk ukuran kecil, dan Rp80 ribu per lusin untuk ukuran besar.
Sulastri berharap ke depan kerajinan piring lidi dari daun kelapa sawit tidak hanya sebatas disewakan, tetapi juga bisa diproduksi massal dan dipasarkan hingga ke luar daerah.
Dengan memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai, usaha ini tidak hanya meningkatkan perekonomian warga, tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui pengurangan sampah organik.











