Kebakaran Landa Pasar Teluk Nilau, Polisi dan Damkar Berjibaku Padamkan Api May Day 2026, PMII Tanjab Barat Turun ke Jalan: Tolak Upah Murah dan Kontrak Berkepanjangan May Day 2026 Tanjab Barat: Dialog Tripartit Bahas Upah Layak, 4.000 Pekerja Rentan Masuk BPJS Peringati May Day 2026, Pemkab Tanjab Barat Tekankan Kolaborasi Industri dan Kesejahteraan Buruh Banjir Rendam Sarolangun, Brimob Polda Jambi Hadir Bantu Pemulihan

Home / Berita / Ragam

Rabu, 8 April 2026 - 07:56 WIB

Piring Lidi Sawit Antipecah Jadi Peluang Usaha

MERANGIN – Kreativitas warga Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, patut diapresiasi. Melimpahnya pohon kelapa sawit dimanfaatkan menjadi peluang usaha menjanjikan dengan mengolah lidi daun sawit menjadi kerajinan piring antipecah yang ramah lingkungan.

Salah satu perajin, Sulastri, warga Desa Meranti B3, Kecamatan Renah Pamenang, berhasil menyulap limbah lidi daun kelapa sawit menjadi piring yang bernilai ekonomi.

Di tangannya, bahan yang sebelumnya dianggap tak berguna kini menjadi produk kerajinan yang diminati masyarakat.
Proses pembuatannya dimulai dari pengambilan daun kelapa sawit sisa panen di kebun warga. Daun tersebut kemudian dibersihkan hingga menjadi lidi yang siap diolah.

Selanjutnya, lidi dianyam secara manual hingga membentuk piring, lalu difinishing agar tampak lebih rapi, kuat, dan tahan lama.

BACA LAINNYA  Pemkab Tanjab Barat Siapkan Pengamanan Optimal untuk Idulfitri 1447 Hijriah

Kerajinan piring lidi ini tidak hanya menarik secara tampilan, tetapi juga memiliki keunggulan karena ringan, ramah lingkungan, dan tidak mudah pecah. Hal ini membuatnya banyak diminati sebagai perlengkapan dalam berbagai acara, seperti hajatan dan kegiatan desa.

Sulastri mengungkapkan, permintaan sewa piring lidi cukup tinggi. Dalam satu kali penyewaan, ia mematok harga sekitar Rp300 ribu untuk 300 buah piring. Bahkan, pemesanan tidak hanya datang dari desa setempat, tetapi juga dari desa-desa sekitar.
“Bulan ini saja sudah beberapa kali disewa, bukan hanya dari desa sini, tapi juga desa tetangga,” ujarnya.

BACA LAINNYA  Jaga Harkamtibmas, Kapolda Jambi Himbau Masyarakat Miliki Senjata Api Rakitan Diserahkan ke Polsek Terdekat

Selain disewakan, piring lidi ini juga memiliki potensi untuk dipasarkan lebih luas. Saat ini, harga jualnya berkisar Rp50 ribu per lusin untuk ukuran kecil, dan Rp80 ribu per lusin untuk ukuran besar.
Sulastri berharap ke depan kerajinan piring lidi dari daun kelapa sawit tidak hanya sebatas disewakan, tetapi juga bisa diproduksi massal dan dipasarkan hingga ke luar daerah.

Dengan memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai, usaha ini tidak hanya meningkatkan perekonomian warga, tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui pengurangan sampah organik.

Share :

Baca Juga

Berita

Lapas Jambi Siaga Lonjakan Kunjungan Keluarga Tahanan Jelang Lebaran

Berita

Paket Pernikahan Cash Back 5 juta, Gratis Menginap di Villa Kito Dengan Private Pool !

Berita

Hanya 300 Ribuan Sky Inn Express Jambi, Tawarkan Konsep Urban & Classic

Berita

Gemapsi Prediksi Ada 3 Calon Kuat Ketua Di Musda KNPI Depok

Berita

Lakukan Koordinasi bersama KPU Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, Kapolres Kerinci : Antisipasi Munculnya Gejolak 

Berita

Rutan Tanjung Pura Gelar Tes Urine Massal Perangi Narkoba dalam Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

Berita

PMII UINKA Dukung Kejari Tanjab Barat Usut Tuntas Kasus Korupsi PDAM Tirta Pengabuan

Berita

Semakin Jadi Unggulan, Yamaha Kupas Tuntas Performa Yamaha Grand Filano Hybrid-Connected