Tinjau TPI Ujung Serangga, T Rival Amiruddin Soroti Besarnya Potensi Kelautan Aceh Barat Daya. Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara Tegaskan Komitmen Berantas BBM Bersubsidi Ilegal, Satreskrim Tahan Satu Terduga Pelaku Modal Rekor dan Kemenangan, Ramadhipa Optimistis Taklukkan Jerez Kebun Bukit Kausar PTPN IV Regional IV Sunat Massal 50 Anak  Targetkan Prestasi, Sekda Hermansyah Lepas Atlet Bulu Tangkis Tanjab Barat ke PB Pratama Open

Home / Berita

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:12 WIB

BMKG: Kerinci Sungai Penuh Masuki Musim Kemarau Hingga Oktober

KERINCI – Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh resmi memasuki musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Depati Parbo Kerinci memperkirakan kondisi tersebut akan berlangsung hingga Oktober 2026 dengan potensi dampak berupa kekeringan, berkurangnya pasokan air bersih, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala BMKG Depati Parbo Kerinci, Kurnia Ningsih, mengatakan meski musim kemarau telah dimulai, hujan masih berpeluang turun pada sore hingga malam hari dengan intensitas ringan hingga sedang. Namun, dalam sepekan ke depan cuaca diperkirakan kembali didominasi kondisi kering.

“Memasuki musim kemarau, hujan masih berpotensi turun pada sore hingga malam hari. Namun dalam seminggu ke depan kondisi diperkirakan kembali kering,” ujar Kurnia, Rabu 01 juli 2026.

BACA LAINNYA  Dirut Tirta Pengabuan: Intake Drop Tegangan, Distribusi Air Tak Maksimal

Ia menjelaskan, selama musim kemarau kecepatan angin cenderung meningkat. Suhu udara pada siang hari terasa lebih panas dan gerah, sementara malam hingga menjelang subuh udara menjadi lebih dingin. Kondisi tersebut dikenal masyarakat Kerinci dengan istilah begiding.

Menurut Kurnia, musim kemarau tahun ini dipengaruhi fenomena El Niño lemah hingga moderat yang berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah. Dampaknya dapat berupa berkurangnya ketersediaan air bersih, terganggunya sistem pengairan lahan pertanian, serta meningkatnya jumlah titik panas yang berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan.

BACA LAINNYA  Diduga Selingkuh, Artis dan Dj Dinar Candy dilaporkan ke Polda Jambi

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tersebut. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta menghindari pembakaran sampah maupun jerami dalam jumlah besar.

“Kami mengajak masyarakat mencegah kebakaran hutan dan lahan dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api selama musim kemarau,” kata Kurnia.

Selain itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini guna mengantisipasi dampak musim kemarau serta meminimalkan risiko bencana yang mungkin terjadi.

Share :

Baca Juga

Berita

Duduki Lahan Koperasi BAM, Warga SAD Disebut Tak Punya Dasar Hukum 

Berita

Kesekian kalinya Konami Lakukan Aksi Terkait Beberapa Pekerjaan Proyek di Merangin

Berita

PETI Merajalela, Petani Mitra PT Makin Sungai Bengkal Barat Tebo Resah

Berita

Cegah Terjadinya Karhutla, Kapolda Sumsel: Bersama Kita Bisa Mencegahnya

Berita

Penuhi Hak Warga Binaan Lapas Tebo, Pj Bupati Tebo Launching PKMB/SKB

Berita

Tegas, Kapolda Sumsel Sebut Akan Ungkap Seluruh Jaringan Narkoba Sampai ke Akar-akarnya

Berita

Pimpin Penutupan Diktuk dan Pelantikan serta Pengambilan Sumpah Siswa Bintara Polri, Ini Pesan Kapolda Jambi 

Berita

Ditpolairud Polda Jambi Terima Kunjungan Tim Audit Itwasda Polda Jambi Tahap II Tahun 2025