Polda Jambi Gencarkan KRYD Penegakan Hukum Narkoba, 20 Orang Terduga Pengguna Diamankan di Senaung ‎‎Penggerak HAM Seluruh Indonesia Ikuti Rakor KemenHam di Jakarta Mualem Tunjuk Muhammad Riza Nurdin Jadi Direktur Komersial PT PEMA, Ini Profilnya Bangun Karakter Bangsa, Danramil Geragai Beri Penyuluhan Wasbang di Madrasah Nurul Ihsan, Dandim Titip Pesan Persatuan Sentuh Angka 20 Persen, Satgas TMMD 130 Kebut Pengeboran Sumur Bor Titik Ketiga di Dusun Riya

Home / Berita

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Mualem Tunjuk Muhammad Riza Nurdin Jadi Direktur Komersial PT PEMA, Ini Profilnya

Banda Aceh – Muhammad Riza Nurdin resmi ditunjuk sebagai Direktur Komersial PT Pembangunan Aceh (PEMA) Perseroda. Sosok yang pernah menjadi Dewan Pakar Badan Pemenangan Aceh Mualem-Dek Fadh pada Pilkada 2024 itu kini mendapat amanah baru untuk memperkuat bisnis dan membuka peluang investasi bagi Aceh.

 

Penunjukan Muhammad Riza dilakukan oleh Gubernur Aceh Muzakkir Manaf selaku pemegang saham PT PEMA. Ia mengisi posisi Direktur Komersial yang sebelumnya dijabat Faisal Ilyas, yang telah diangkat menjadi Direktur Utama PT PEMA pada 10 Agustus 2026.

 

Selain itu, Gubernur Aceh juga menetapkan Lukman Age sebagai Direktur Umum dan Keuangan. Keduanya dijadwalkan mulai menjalankan tugas pada Senin (19/10/2026).

 

Nama Muhammad Riza Nurdin bukan sosok baru dalam lingkaran politik Aceh. Ia merupakan anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Aceh Mualem-Dek Fadh dalam Pilkada 2024.

 

Riza juga dikenal memiliki kedekatan dengan pendakwah Ustaz Abdul Somad (UAS). Dokumentasi kebersamaan keduanya saat berada di Tanah Suci sempat beredar, termasuk foto yang memperlihatkan gestur dua jari yang dikaitkan dengan pasangan nomor urut 02, Mualem-Dek Fadh.

 

Di luar aktivitas politik, Riza memiliki rekam jejak profesional yang mencakup bidang evaluasi program, penelitian, manajemen risiko, hingga kerja sama internasional. Pengalamannya di sejumlah negara dinilai dapat menjadi modal untuk mengembangkan bisnis PT PEMA.

 

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Riza pernah menjadi anggota Komite Manajemen Risiko di BUMN PT Semen Baturaja Tbk pada periode 2025-2026.

BACA LAINNYA  Bansos Sukahati dan Kabar Baik Magang Nasional Warnai HUT ke-61 Tanjab Barat

 

Ia juga tercatat memiliki pengalaman sebagai konsultan evaluasi untuk sejumlah lembaga internasional, di antaranya International Organization for Migration (IOM), United Nations Development Programme (UNDP), UN Women, United Nations Environment Programme (UNEP), Save the Children, dan Japanese Red Cross.

 

Pengalaman lainnya meliputi kegiatan penelitian bersama International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS), Ritsumeikan University di Jepang, Konrad Adenauer Stiftung (KAS) Singapura pada 2021-2023, serta Universiti Malaya, Kuala Lumpur, pada 2019-2020.

 

Riza juga pernah bekerja sebagai staf senior bidang monitoring dan evaluasi untuk American Red Cross dan British Red Cross dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pascatsunami 2006.

 

Karier internasionalnya turut mencakup pengalaman sebagai asisten pribadi Executive Director Delta Express Freight Forwarding di Kairo, Mesir, serta penerjemah bahasa Arab-Indonesia dalam ajang Cairo International Fair.

 

Dari sisi pendidikan, Muhammad Riza menempuh studi sarjana di Universitas Al-Azhar, Mesir, dengan bidang Studi Islam dan Bahasa Arab.

 

Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister bidang Kajian Asia Tenggara di University of Passau, Jerman, sebelum meraih gelar doktor bidang Kajian Asia Tenggara di University of New South Wales (UNSW), Australia.

 

Riza juga menguasai enam bahasa, yakni Arab, Inggris, Jerman, Aceh, Indonesia, dan Melayu.

BACA LAINNYA  Bupati Tanjab Barat Tandatangani MoU Strategis dengan ASDP di Jakarta

 

Bekal pendidikan dan pengalaman lintas negara tersebut berpotensi mendukung upaya PT PEMA dalam menjajaki peluang bisnis, memperluas jaringan mitra, serta menarik investasi dari luar negeri.

 

Salah satu peluang yang menjadi perhatian adalah potensi investasi sektor energi di Aceh, termasuk kegiatan Mubadala Energy yang akan beroperasi di lepas pantai Aceh.

 

Meski demikian, realisasi peluang tersebut tetap membutuhkan strategi bisnis yang matang, koordinasi dengan para pemangku kepentingan, serta pengelolaan investasi yang profesional.

 

Saat dimintai tanggapan mengenai penunjukannya, Muhammad Riza menyatakan kesiapannya mengemban tugas yang diberikan oleh pemegang saham PT PEMA, yakni Gubernur Aceh Muzakkir Manaf.

 

Ia juga meminta doa dan dukungan masyarakat agar dapat menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.

 

“Ini tugas berat, mohon doa dan dukungannya agar dapat berbuat yang terbaik untuk rakyat Aceh sesuai visi misi Mualem-Dek Fadh yaitu Islami, Maju, Bermartabat dan Berkelanjutan,” kata Riza.

 

Penunjukan ini menjadi babak baru bagi Riza untuk menerapkan pengalaman profesional dan jejaring internasionalnya di perusahaan daerah milik Aceh.

 

Publik kini menanti langkah konkret jajaran direksi baru PT PEMA dalam memperkuat kinerja perusahaan, mengembangkan peluang usaha, serta memastikan potensi ekonomi Aceh dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

 

Fz

Share :

Baca Juga

Berita

Satu Penambangan Minyak Ilegal di Bungku Diamankan Ditreskrimsus Polda Jambi 

Berita

Empat Pengunjung Tempat Hiburan Malam Positif Narkoba Diamankan Ditresnarkoba Polda Jambi 

Berita

Puskeling, Lapas Kelas IIB Dorong Minat Baca WBP

Berita

Ketua Bhyangkari cabang ,Peduli bagikan sembako pasca kenaikan BBM.

Berita

Korem 042/Gapu Gelar Syukuran HUT Ke 77 Kodam II/Sriwijaya

Berita

Komitmen Pemberantasan Narkoba, Satresnarkoba Polres Kerinci Amankan Dua Pengedar Dan Puluhan Gram Sabu

Berita

Ombudsman: Unit Pengaduan Bukan Unit Kerja Tambahan

Berita

Ditreskrimsus Polda Jambi Terima Penghargaan dari Kapolri saat Rakernis Bareskrim Polri di Bali