Danrem 042/Gapu Ajak Keluarga Besar TNI Perkuat Bela Negara dan Berjiwa Nasional Cegah Penyelewengan BBM Bersubsidi, Unit Tipidter Polres Nagan Raya Laksanakan Penandatanganan Surat Pernyataan Kepatuhan dan Integritas Petugas SPBU Polres Tanjab Barat Razia Internal, Semua Personel Diperiksa! Massa Datangi Kantor Gubernur, Kapolda Jambi Imbau Unjuk Rasa Berlangsung Tertib dan Damai Sidang Tak Perlu Tatap Muka! Hukum Kaltim Kini Serba Elektronik

Home / Berita

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Sinergi BNN, Polri, Bea dan Cukai Ungkap Laboratorium Gelap Narkotika Jaringan Internasional Sita 1,2 Ton Sabu

ACEH – Sinergi penegakan hukum dalam pemberantasan narkotika kembali membuahkan hasil. Setelah menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamine di perairan Selat Malaka, Tim Gabungan yang terdiri atas BNN, Polri, serta Bea dan Cukai kembali mengungkap jaringan sindikat narkotika internasional yang mengoperasikan laboratorium gelap narkotika di Aceh.

Operasi yang melibatkan National Narcotics Control Commission (NNCC) China ini berhasil mengamankan 11 orang tersangka serta menyita barang bukti sabu dengan total berat bruto mencapai 1,2 ton.

Pengungkapan ini berawal dari pertukaran informasi intelijen antara NNCC China dan aparat penegak hukum Indonesia terkait aktivitas jaringan narkotika asal Tiongkok yang diduga mengirimkan metamfetamin cair (meth oil) ke Indonesia untuk diolah menjadi sabu kristal.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui penyelidikan bersama untuk menelusuri pergerakan para pelaku hingga lokasi yang diduga menjadi tempat pemurnian dan produksi narkotika di wilayah Aceh.

BACA LAINNYA  Kuasa Hukum Amnasmen Desak Polisi Percepat Penanganan Kasus Cek Kosong yang Menjerat David Maisa dan Saparudin

Berdasarkan hasil penyelidikan, Tim Gabungan melakukan penindakan pada Rabu (21/10) di sebuah ruko yang diduga menjadi lokasi laboratorium gelap narkotika.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 11 tersangka, termasuk dua warga negara Tiongkok berinisial LJ dan XM yang diduga berperan sebagai peracik atau koki narkotika. Sembilan tersangka lainnya merupakan warga negara Indonesia yang diduga terlibat dengan peran berbeda, mulai dari asisten koki hingga penghubung dan kurir.

Dari hasil penggeledahan di lokasi laboratorium gelap narkotika petugas menyita barang bukti narkotika berupa 20 drum berisi sabu cair (meth oil) dan sekitar 500 kilogram sabu kristal (crystal meth), dengan total berat bruto mencapai 1,2 ton. Petugas juga menemukan empat kompor, dua tungku, tujuh tabung gas LPG ukuran 12 kilogram, serta tiga mesin cuci yang diduga digunakan dalam proses pengolahan sabu kristal. Seluruh barang bukti tersebut menguatkan dugaan adanya aktivitas pengolahan metamfetamina cair menjadi sabu kristal di lokasi tersebut.

BACA LAINNYA  Babinsa Jambi Selatan Berikan Motivasi kepada Mahasiswa IAIMA Jambi melalui Komsos.

Saat ini, Tim Gabungan masih melakukan pengembangan penyidikan untuk mengungkap asal-usul bahan baku, menelusuri jalur distribusi, serta mengidentifikasi pihak lain yang terlibat dalam jaringan narkotika internasional tersebut. Keberhasilan pengungkapan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dan kerja sama internasional dalam membongkar jaringan narkotika hingga ke fasilitas produksinya, sekaligus memutus mata rantai peredaran gelap narkotika demi melindungi masyarakat dan generasi bangsa.

Sumber : Biro Humas dan Protkol BNN

Share :

Baca Juga

Berita

Polres Aceh Timur Gelar Syukuran Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke-79

Berita

Sepeda Listrik Kian Marak, Kasat Lantas Polres Aceh Timur Imbau Tidak Digunakan di Jalan Raya

Berita

Ny. Puput Husaini, Bawa IAD Bangka Tengah Juara Pertama Lomba Senam Kreasi

Berita

Pimpin Apel Gabungan Personel Brimob dan Siswa Diktukba Polri, Ini Arahan Kombes Pol Nadi Chaidir

Berita

Kemenkumham Sebut Para Pemuda yang Ditahan di Malaysia Tidak Buat Paspor di Jambi, Tapi Disini… 

Berita

Merawat Rumah Ibadah Menguatkan Lapas Lhokseumawe Sambut Bulan Suci Ramadhan Aksi Nyata.

Berita

Bupati Muaro Jambi Terima Kunjungan Kepala BPK RI, Bahas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Berita

SMPN 2 Menuju Digitalisasi Pendidikan, Ujian Bisa Menggunakan Smart Phone