Basarnas Jambi Kerahkan Tim Rescue Cari Pemuda Hilang di Sungai Batang Tebo Kajati Jambi Dukung Satgas PKH melakukan Penertiban dan Penegakan Hukum Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Menulis Akademik dan Publikasi Digital: Kompetensi Kunci Serdik Sespimmen Sebagai Calon Pemimpin Polri Masa Depan Sertijab di Polres Kerinci, Kompol Deni Mulyadi Jabat Wakapolres Hunian Supiandi Kian Berwarna, Progres Bedah RTLH Capai 90 Persen

Home / Berita

Jumat, 6 November 2026 - 12:50 WIB

Pemerintah Siapkan Pembasahan Gambut untuk Cegah Karhutla Berulang

JAKARTA – Pemerintah memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemulihan tata air dan pembasahan kembali lahan gambut. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kelembapan gambut, mengurangi potensi munculnya titik api, serta mencegah kebakaran berulang, terutama saat memasuki periode cuaca kering.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa menjaga gambut tetap basah merupakan langkah penting dalam mitigasi karhutla. Pemerintah juga meminta perusahaan pemegang konsesi memperkuat sistem pembasahan di wilayah masing-masing.

“Kita ingin memastikan bahwa di wilayah konsesi mereka tidak boleh ada kebakaran. Tidak boleh ada titik-titik api yang berpotensi menjadi kebakaran, dan mitigasi itu harus dilakukan dengan berbagai cara, khususnya melalui skenario pembasahan (rewetting system) di lahan gambut,” tegas Jumhur.

BACA LAINNYA  Puluhan Rumah Termasuk Masjid di Kuala Tungkal Terendam Banjir Pasang

Penerapan pembasahan gambut juga diperkuat melalui pemanfaatan aliran sungai, pompa air, dan sekat kanal. Salah satu penerapannya dilakukan di Distrik Simpang Tiga, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Air dari Sungai Lumpur dialirkan secara gravitasi sejauh 13 kilometer, kemudian diteruskan menggunakan empat unit pompa berkapasitas masing-masing satu juta liter per jam.

Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN), Satyawan Pudyatmoko, menyampaikan bahwa penguatan peran desa menjadi bagian penting dari strategi pencegahan. Pemerintah memprioritaskan pemetaan wilayah rawan, inventarisasi infrastruktur pembasahan, serta perbaikan sekat kanal dan sumur bor, khususnya di kawasan gambut kritis.

“Salah satu prioritas kami adalah memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pengendalian karhutla melalui pemetaan wilayah prioritas, inventarisasi dan perbaikan infrastruktur pembasahan gambut, termasuk sekat kanal dan sumur bor, khususnya pada kawasan gambut kritis,” ujar Satyawan.

BACA LAINNYA  Penuh Semangat! Ibu-Ibu Bhayangkari Cabang Tanjab Barat Ramaikan Pawai Budaya 

Penguatan infrastruktur tata air juga menjadi perhatian pemerintah. KLH/BPLH mencatat telah terbangun 34.989 sekat kanal pada areal gambut yang dikelola 314 perusahaan. Di kawasan masyarakat, kawasan hutan, dan wilayah penyangga terdapat 8.857 sekat kanal, dengan kebutuhan tambahan sekitar 17.394 unit untuk mengoptimalkan fungsi hidrologi gambut.

Melalui pembasahan berkelanjutan, pengawasan konsesi, dan keterlibatan masyarakat desa, pemerintah berupaya mengubah penanganan karhutla dari yang semula berfokus pada pemadaman menjadi pencegahan sejak dini. Langkah ini diharapkan dapat menekan risiko kebakaran berulang, melindungi kesehatan masyarakat, serta menjaga kelestarian ekosistem gambut.(*)

Share :

Baca Juga

Berita

Rutan Sungai Penuh Serahkan Remisi Idul Fitri 128 Narapidana

Berita

Bakti Kesehatan Polri Sambut Hari Bhayangkara ke 78, Polres Sarolangun Gelar Khitanan Massal

Berita

Kunjungi Smkn 8 Tanjabbar, Yamaha Jambi Sosialisasi 5 Tahun Garansi Rangka Yamaha

Berita

Gubernur Al Haris Pimpin Apel Puncak Peringatan HUT Pramuka Ke-62

Berita

Babinsa Kel. Thehok Monitoring Pembagian Beras kepada Masyarakat Kurang Mampu

Berita

Peringatan Hari Lalulintas ke 69, Kapolda Jambi : Semoga Kedepannya Lebih Baik. 

Berita

Pengaspalan Jalan di Gampong Meunasah Asan diisukan Berpindah Titik Nol, Tokoh Masyarakat Akan Bicara.

Berita

BNN Terima Kunjungan Negara Tetangga, Study Visit Penanggulangan Permasalahan Narkotika