SURABAYA – Selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (13–15 Oktober 2025), Polrestabes Surabaya menjadi lokasi kegiatan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) bagi peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIX Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, yang diselenggarakan oleh Pusdikmin Polri. Salah satu peserta dalam kegiatan ini adalah AKBP Dr. Dadang Djoko Karyanto, M.H., M.Pd., perwakilan dari Polda Jambi.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut bertujuan untuk mempelajari praktik terbaik (best practices) penerapan reformasi birokrasi, pelayanan publik berbasis teknologi, serta budaya kerja berintegritas yang diterapkan di Polrestabes Surabaya.
Melalui kegiatan ini, para peserta PKN II Angkatan XXIX mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung bagaimana nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan pelayanan prima diwujudkan dalam tata kelola kelembagaan kepolisian yang modern dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Polrestabes Surabaya dinilai berhasil menerapkan sistem pelayanan publik yang inovatif, transparan, dan berorientasi pada masyarakat.
Sejumlah inovasi seperti Command Center 110, E-Lapor, Dumas Presisi, SP4N-Lapor, hingga program Jumat Curhat, Cangkru’an Kamtibmas, dan Bus Polisi Suroboyo Sobo Kelurahan menjadi contoh konkret kolaborasi antara teknologi dan pendekatan humanis dalam melayani masyarakat.
Selain memperkuat sistem pelaporan masyarakat yang terintegrasi, Polrestabes Surabaya juga dinilai mampu membangun komunikasi publik yang efektif dan empatik.
Pola komunikasi dua arah melalui media sosial, siaran informasi, dan dialog publik terbuka mencerminkan upaya Polri dalam memperkuat kepercayaan masyarakat.
AKBP Dr. Dadang Djoko Karyanto, salah satu peserta dari Polda Jambi, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pembelajaran nyata tentang bagaimana kepemimpinan publik yang visioner dan kolaboratif mampu menciptakan perubahan nyata dalam tata kelola pemerintahan.
“Polrestabes Surabaya menunjukkan bagaimana teknologi, kolaborasi lintas sektor, dan pendekatan humanis bisa berjalan beriringan. Ini menjadi inspirasi bagi kami untuk menerapkan hal serupa di instansi masing-masing,” ujarnya.
Dari sisi pembelajaran, kegiatan VKN ini memiliki relevansi kuat dengan agenda utama PKN Tingkat II, terutama dalam aspek penguatan kepemimpinan strategis, manajemen perubahan, dan inovasi pelayanan publik.
Para peserta tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga menganalisis model kepemimpinan adaptif dan kolaboratif yang diterapkan oleh jajaran Polrestabes Surabaya.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menyusun lesson learned dan merancang inovasi kebijakan yang dapat diterapkan di lingkungan kerja masing-masing. Tujuan akhirnya adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, berintegritas, dan dipercaya masyarakat.
Polrestabes Surabaya kini menjadi salah satu contoh inspiratif bagi lembaga pemerintah lainnya dalam menciptakan sistem pelayanan publik yang kolaboratif, terintegrasi, humanis, responsif, dan komunikatif.
Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Polri Presisi untuk terus memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di era modern.
Berikut daftar nama peserta yang mengikuti PKN II
1. Afrizal, S.E., M.Si
2. Akhmad Nizar Mawardi, S.H.
3. Apt. Dewi Ardy, S.Si.
4. Arifin Sihombing, S.Sos., M.Sc.
5. Asrina Basri, S.E., M.M.
6. Dr. Dadang Djoko K, A.Md., S.H., S.I.P., M.H., M.Pd.
7. Edy Nugroho, S.E.
8. Ilfa Siswanto, S.H., M.H.
9. Jenda Kita Sitepu, S.H.
10. Khuriyah Lina S., S.Pd., M.Pd.
11. Musliadi Mustafa, S.E.
12. Novi Ari Andrian, S.H., M.H.
13. R. Arie Hartawan, S.T., M.T.
14. Tatang Kusnawan, S.E., M.I.P.
15. Teguh Riskiyanto, S.T.
16. Yoyok Hermanto, S.E.
17. Yumintar R. Aruan, S.ST., M.M.Tr.











