Usai Serahkan Bantuan Kebakaran, Gubernur Al Haris dan Bupati Anwar Sadat Sidak Kantor KPHP Tungkal Gubernur Jambi Sisir Lokasi Kebakaran di Tanjab Barat, Bupati Anwar Sadat Ikut Turun Danrem 042/Gapu Pimpin Sertijab Kasi Intel Kasrem 042/Gapu dan Komandan Kodim 0420/Sarko Klafikasi Lapas kelas IIA Lhoksemawe Terkait Warga Binaan Mengikuti Festival Leterasi Sudah Sesuai SOP Bapemperda DPRD Muaro Jambi Godok Dua Ranperda

Home / Berita

Kamis, 17 September 2026 - 12:06 WIB

Anggaran Hampir Rp1 Miliar Terancam Mubazir, Warga Tuo Ilir Protes Jalan Poros Diduga Tak Sesuai Spek

TEBO – Pembangunan jalan poros di Desa Tuo Ilir, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo menuai protes warga. Proyek senilai hampir Rp1 miliar yang dikerjakan oleh CV. Anugrah tersebut dinilai melenceng jauh dari spesifikasi teknis.

Warga menilai jalan poros tersebut dibangun dengan standar jalan lingkungan. Padahal peruntukan keduanya sangat berbeda. Jalan poros merupakan jalan utama antar desa yang setiap hari dilalui kendaraan pengangkut sawit dengan beban hingga 12 ton, sementara jalan lingkungan hanya dirancang untuk beban ringan.

“Ini jalan poros, kenapa dibangun pakai spesifikasi jalan lingkungan? Jelas kekuatan dan ketebalannya berbeda,” kata salah seorang warga Tuo Ilir, Rabu (16/9/2026).

BACA LAINNYA  Operasi Antik Siginjai 2026, Satresnarkoba Polresta Jambi Gerebek Dua Rumah Kos, Amankan Terduga Pelaku dan Barang Bukti

Kejanggalan lain ditemukan pada pembesian. Warga menyebut tulangan yang seharusnya menggunakan besi behel ukuran 10 mm, justru dipasang besi ukuran 6 mm. Selisih 4 mm tersebut dinilai krusial dan berisiko menyebabkan beton retak dan patah.

Saat diprotes, pihak pelaksana berdalih anggaran terbatas. Bahkan warga mengaku mendapat ancaman alokasi anggaran akan dipindahkan ke desa lain jika menolak pembangunan tersebut.

Kecurigaan warga semakin menguat setelah beredar video pengerjaan di malam hari. Dalam video tersebut, terlihat coran jalan yang diacak warga tidak menggunakan batu split, hanya campuran pasir dan semen.

BACA LAINNYA  Tampil Semakin Berkelas, Grand Filano Hybrid Hadir Dengan Warna Baru

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Tuo Ilir, Eli. Melalui rekaman suara WhatsApp, Eli mengaku sudah pernah menegur dan meminta pekerjaan dihentikan karena tidak sesuai spesifikasi.

Menurut Eli, pihak kontraktor sendiri secara langsung telah mengakui kepadanya dan meminta maaf karena dalam pengerjaan hanya memakai sisa batu yang ada.

Atas temuan tersebut, warga mendesak Dinas PUPR Kabupaten Tebo untuk turun langsung ke lokasi dan melakukan audit teknis sebelum dilakukan serah terima proyek.

“Percuma dibangun kalau sebulan dua bulan hancur. Ini buang anggaran,” tegas warga. ( M.Halik)

Share :

Baca Juga

Berita

Ayo Ikuti Blu Cru Riding Experience Khusus Untuk Pengguna Yamaha R15 & R25 di Jambi 

Berita

Hj Hesti Haris Serahkan 3 Sapi Kurban untuk Warga Tangkit dan Kasang Jelang Idul Adha 1447 H

Berita

Dandim 0416/Bungo Tebo: Penanggulangan Karhutla Butuh Kolaborasi Lintas Sektor dan Kesadaran Warga

Berita

Pererat Silaturahmi Hubungan Kerjasama, JNE Jambi Gelar Media Gathering bersama Insan Pers

Berita

Hadapi Pemilu 2024 , Kapolda jambi Himbau Masyarakat Bijak Dalam Memilah Informasi Yang di Dapat

Berita

Lounching Program Unggulan Pangdam II/Sriwijaya “Dapur Masuk Sekolah” 

Berita

Polres Kerinci Gelar Panen Raya Jagung Tahap III

Berita

Dibarengi Acara Pensi Dan Fasi, SMPN 9 Tanjab Timur Peringati HUT Ke-25