Cara Top Up Saldo PayPal dari Bank Mandiri Bisa via Livin & ATM Lapas Kelas IIA Banda Aceh menggelar Rapat Internal bahas Pelaksanaan Program Akselarasi dan Peningkatan Koordinasi Antar Bidang Hidayat, Kakanwil Ditjen Pas Resmikan Rumah Tahfiz Quran Al Hidayah di Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak Ditpolairud Polda Jambi Laksanakan Anjangsana ke Purnawirawan dan Warakawuri dalam Rangka HUT ke-75 Polairud Tahun 2025 Bea Cukai Lhokseumawe Ingatkan Bahaya Pakaian Bekas Impor dalam Talkshow RRI 

Home / Berita

Selasa, 21 Oktober 2025 - 20:15 WIB

Dari Tetes Keringat Prajurit, TMMD ke 126 di Sungai Jernih Hadirkan Senyum Kebahagiaan

Di balik loreng yang berdebu, ada tangan-tangan yang bekerja dengan hati. Program TMMD ke-126 Kodim 0417/Kerinci bukan hanya membangun jalan dan rumah, tapi menumbuhkan kehidupan baru bagi warga Sungai Jernih.

 

Oleh: Dhea Viryzha 

 

Sungai Penuh – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 0417/Kerinci membawa perubahan nyata bagi warga Desa Sungai Jernih, Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh.

Melalui kerja sama antara prajurit dan masyarakat, berbagai fasilitas penting berhasil dibangun, mulai dari sumur bor, rumah layak huni, MCK, hingga jalan usaha tani.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Dansatgas TMMD Letkol Inf Eko Budiarto, S.I.P., M.I.P., bersama Komandan SKK Satgas Kapten Inf Nasrul, mendapat sambutan hangat dari warga. Mereka menyebut TMMD bukan sekadar program pembangunan, tapi bentuk nyata kehadiran negara di tengah rakyat kecil.

Suara mesin bor bercampur dengan tawa anak-anak di sore hari terlihat matahari dikala senja, warga Desa Sungai Jernih, Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh, menatap dengan mata berbinar.

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 0417/Kerinci bukan hanya menghadirkan bangunan baru tetapi menumbuhkan harapan lama yang sempat pudar.

 

Air Kehidupan untuk Nasibah

Di RT 07 Dusun Sungai Jeruang, seorang ibu berusia 73 tahun bernama Nasibah, mengusap peluh sambil memandangi tanah yang kini memancarkan air bersih dari sumur bor TMMD.

“Dulu kami harus menampung air hujan untuk masak dan mandi, Sekarang, air ini seperti rezeki yang turun dari langit,” ujarnya lirih.

Sumur bor itu menjadi simbol kehidupan baru. Di balik kerja keras para prajurit dan warga, mengalir nilai kebersamaan air yang dulu sulit kini hadir karena tangan yang bekerja bersama.

Air Bersih Yang Telah mengalir

Rumah Layak, Hati yang Damai

Tak jauh dari sana, di RT 10 Dusun Sungai Ampuh, Yornel seorang petani berusia 73 tahun duduk di depan rumah barunya yang sedang di perbaiki. Dia baru saja menerima bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari program TMMD.

BACA LAINNYA  Satreskrim Polresta Jambi Bekuk Empat Pelaku Perampokan Modus Pecahkan Kaca Mobil

“Dulu kalau hujan, kami tidur dengan ember di mana-mana untuk menampung bocor. Sekarang ada atap baru ini membuat kami bisa tidur tenang,” katanya sambil tersenyum.

Rumah baru itu bukan hanya dinding dan atap tapi juga semangat hidup. TMMD mengembalikan martabat warga kecil seperti Yornel, yang dulu nyaris kehilangan asa karena rumah tuanya hampir roboh.

Bapak Yornel memperhatikan dengan haru saat anggota TNI membantu memperbaiki rumahnya dalam program TMMD di Desa Sungai Jernih, Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh.

 

MCK: Martabat yang Dibangun dari Dasar

Kisah serupa datang dari Etmar Haryanto, petani 36 tahun di Dusun Sungai Ampuh. Rumahnya kini memiliki sarana mandi, cuci, kakus (MCK) hasil TMMD.

“Dulu anak-anak harus ke sungai untuk mandi. Sekarang sudah ada tempat bersih dan layak,” tuturnya.

Pembangunan MCK ini adalah bukti bahwa TMMD tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga martabat manusia. Hidup sehat kini bukan lagi impian, tapi kenyataan yang hadir di tengah desa.

Anggota TNI bersama warga bergotong royong membangun fasilitas MCK dalam program TMMD di Desa Sungai Jernih, Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh.

 

Harapan di Ladang Pak Kamba

Di Talang Lindung, Pak Kamba, 45 tahun, masih mengenang hari-hari ketika hasil panennya harus dipikul melewati jalan berlumpur. Kini, pembukaan jalan usaha tani yang menjadi bagian dari program TMMD membuat hidupnya jauh lebih mudah.

“Dulu setiap hujan, jalan becek, motor pun tak bisa lewat. Sekarang saya bisa bawa hasil panen ke pasar tanpa hambatan,” katanya, sambil tersenyum lebar.

Bagi petani, jalan bukan sekadar infrastruktur tapi urat nadi kehidupan ekonomi. Setiap meter jalan baru adalah langkah menuju kesejahteraan.

Pembukaan jalan baru sepanjang 800 meter dengan lebar 8 untuk akses petani ke ladang

Bersama Rakyat, TNI Kuat

BACA LAINNYA  Dr Pahrudin: Keterlibatan ASN Dalam Politik Praktis Menciderai Demokrasi

Di balik semua kisah ini, ada loreng yang berdebu, ada loreng yang membasuh peluh, ada tenaga yang tak mengenal waktu.

Dansatgas TMMD ke-126, Letkol Inf Eko Budiarto, S.I.P., M.I.P., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata kemanunggalan TNI dan rakyat.

“Kami tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun semangat. TMMD hadir untuk menghidupkan gotong-royong dan memperkuat kepercayaan rakyat kepada negara,” ujarnya.

Sementara Kapten Inf Nasrul, sebagai Komandan SKK Satgas TMMD, setiap hari memimpin langsung para personel di lapangan. Mereka tidur bersama warga, makan bersama warga, dan bekerja bersama warga.

Kepala Desa Sungai Jernih, Rudi Hartono, mengaku program ini menjadi berkah besar.

“TMMD mengubah wajah desa kami. Warga jadi lebih bersemangat, lebih guyub, dan lebih percaya diri,” katanya.

Gotong Royong yang Tak Lekang Waktu

Setiap tetes keringat dari prajurit dan warga menyatu di tanah Sungai Jernih. Mereka bahu-membahu, menggali sumur, mengangkat batu, menata jalan, memperbaiki rumah. Tak ada batas antara seragam loreng dan baju petani. Semua menjadi satu, rakyat dan TNI dalam harmoni kerja nyata.

Program TMMD kali ini bukan sekadar proyek tahunan, tetapi sebuah perayaan kemanusiaan tentang bagaimana negara hadir hingga ke pelosok, dan tentang bagaimana rakyat tak pernah ditinggalkan.

Pekerjaan Terasa ringan jika dikerjakan dengan gotong royong

Harapan yang Nyata di Sungai Jernih

Kini, setelah debu pembangunan mulai mereda, Sungai Jernih berdiri dengan wajah baru. Sumur bor memancarkan kehidupan, rumah layak huni berdiri kokoh, jalan tani terbuka lebar, dan MCK bersih menjadi bukti nyata pengabdian.

Di mata warga seperti Nasibah, Yornel, Etmar, dan Pak Kamba TMMD bukan hanya empat huruf, tapi tiga makna Tulus, Manunggal, Ikhlas dan Dermawan.

“Keringat yang menetes di tanah ini adalah bukti cinta kami pada rakyat,” ujar Letkol Eko Budiarto, menutup dengan senyum lelah namun penuh makna.

Sungai Jernih kini tidak lagi sekadar nama desa. Ia telah menjadi simbol dari bagaimana pembangunan sejati bukan datang dari atas, tetapi tumbuh dari bawah, dari tangan-tangan rakyat, dan dari hati yang manunggal bersama TNI.

Share :

Baca Juga

Berita

Diduga Sekretariat PPS Desa Gampong Jawa Tidak Terbuka Dengan Anggota KPPS 

Berita

Komisi VII DPRA Temui Menparekraf di Jakarta, Bahas Kemandirian Ekonomi Santri Aceh

Berita

Asah Kemampuan Pegawai, Lapuanja Adakan Kegiatan Latihan Menembak

Berita

Dimulai dari Gubernur, Pemprov Jambi Komitmen Pejabat dan Pegawai Bersih dari Narkoba

Berita

Kombes Pol Adi Benny Cahyono Beri Klarifikasi Terkait Kasus Yang Menyeret Namanya dan Istri

Berita

Wakili Gubernur Jambi Hadiri HPN 2025 di Riau, Kadis Kominfo Tekankan Sinergi Pemerintah dan Media

Berita

TNI Satgas TMMD dan Masyarakat Goro Bangun Tugu Prasasti TMMD ke-126

Berita

Duel 2 Remaja Putri Gunakan Senjata Tajam dan Viral di Medsos, Polda Sumsel Amankan para Pelaku