Kenal Pamit Kapolda Jambi, Wabup Tanjab Barat Titip Harapan ke Irjen Widodo Pimpin Apel Perdana, Kapolda Jambi Tekankan Integritas, Disiplin dan Profesionalisme Kepada Seluruh Personel Dulu Minder Karena Nilai Pas-pasan, Kini Pemuda Jaluko Ini Raup Puluhan Juta dari Ayam Broiler BWS Sumatera VI terus tangani kekeringan sawah di Pasar Terusan Batang Hari Kasus Ade Asmara Mandek di Kejari Muaro Jambi, PW SEMMI Lapor Ombudsman RI Perwakilan Jambi 

Home / Berita

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:09 WIB

DLH Aceh Timur Gandeng USK Kaji Tambang Rakyat Berbasis ESG, Atasi Penumpukan Minyak

ACEH TIMUR  – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) pengelolaan pertambangan rakyat berbasis prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG). Kegiatan ini mempertemukan tim peneliti Universitas Syiah Kuala (USK) dengan jajaran teknis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Timur di Kantor Camat Ranto Peureulak, Selasa (28/7/2026).

FGD ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati Aceh Timur untuk merumuskan solusi berkelanjutan terhadap persoalan tambang rakyat di lapangan.

Mewakili masyarakat Ranto Peureulak, para tokoh dan pelaku usaha menyampaikan kekhawatiran atas menumpuknya minyak hasil produksi di area penampungan sementara.

Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan bencana karena 3 hal:

1. Risiko lingkungan & keselamatan : potensi kebakaran meluas dan pencemaran tanah/air akibat tumpahan

BACA LAINNYA  Masyarakat Korban Banjir Aceh Timur Pertanyakan Bantuan Jadup dan Stimulan 7 Bulan Pasca Banjir Seperti Diam Di Tempat

2. Keterbatasan infrastruktur : kapasitas wadah tidak memadai untuk laju produksi

3. Kerawanan sosial : ketidakpastian distribusi memicu potensi konflik

Untuk mengurai masalah, warga meminta dua jaminan strategis dari pemerintah:

1. Jaminan teknis & operasional : standar penampungan aman dan sistem distribusi teratur

2. Jaminan legalitas & perlindungan :  payung hukum jelas agar kegiatan terlindungi dan mendapat pendampingan menuju tata kelola ESG

Kajian ini dipimpin Mukhrijal, M.I.P bersama tim USK: Dr. Effendi Hasan, MA, Helmi, M.I.P, dan Adinda Salsabila.

Dr. Effendi Hasan, MA selaku Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP USK menegaskan pentingnya pendekatan seimbang.

“Kami meramu solusi cerdas dan referensi kuat bagi kebijakan pemerintah. Tujuannya menciptakan peta jalan legalitas yang adil—tidak mematikan ekonomi rakyat, namun juga menjaga harta dan lingkungan negara dari kerugian,” ujarnya.

BACA LAINNYA  Syukuran HUT ke-81 TNI, Dandim 0419/Tanjab: TNI Kuat Karena Bersama Rakyat

Menanggapi aspirasi warga, Kabid Penataan, Pengawasan, Izin Lingkungan dan PPLH DLH Aceh Timur Hermansyah menegaskan Persetujuan Lingkungan adalah instrumen utama perlindungan.

Seluruh kewajiban kini terintegrasi secara digital, transparan, dan terukur melalui sistem nasional Amdalnet.

“Praktik tanpa standar adalah bom waktu ekologis dan sosial. Integrasi aspek lingkungan, keadilan, dan tata kelola bersih adalah satu-satunya jaminan keberlanjutan,” tegasnya.

Pertemuan ini menegaskan komitmen Pemkab Aceh Timur menggabungkan ilmu pengetahuan dan penegakan aturan demi mewujudkan tata kelola sumber daya alam yang berkeadilan dan lestari.

Zainal

Share :

Baca Juga

Berita

Rumah Ludes Terbakar, Bupati Al-Farlaky Perintahkan Dinsos Aceh Timur Hadir Bantu Korban di Jambo Lubok

Berita

Ditresnarkoba Polda Jambi Musnahkan Barang Bukti Narkoba Senilai 8,7 Miliar

Berita

Kapolres Merangin Kembali Berikan Bantuan Didunia Pendidikan.

Berita

Kasrem 042/Gapu Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2021

Berita

Penuh Khidmat dan Kekhusyukan, Lapas Kelas IIA Banda Aceh menggelar Shalat Tarawih Perdana

Berita

Diduga Berkegiatan tak Sesuai Izin, Warga Diminta Tiongkok diamankan Pihak Imigrasi 

Berita

Peringati Tahun Baru Islam, Wagub Fadhlullah : Aceh harus Lebih Baik dari Sebelumnya 

Berita

Peringati HUT Ke-63, Korem 042/Gapu Gelar Syukuran Secara Sederhana