Polda Jambi Gelar Rakernis Fungsi Lantas 2026, Dorong Digitalisasi Layanan dan Penegakan Hukum yang Humanis Dun Belanda Mengaku “Terpaksa” Memfitnah Wakil Bupati Aceh Timur Polisi Bekuk Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Siulak Mukai Kerinci Mahasiswa Aceh Timur Desak Penegak Hukum Tangkap Dun Belanda.  KPKNL Dumai Apresiasi BRI Cabang Duri Lewat Seroja Awards 2026

Home / Berita

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:20 WIB

Dun Belanda Mengaku “Terpaksa” Memfitnah Wakil Bupati Aceh Timur

ACEH TIMUR – M. Yunus alias Dun Belanda akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Wakil Bupati Aceh Timur, T. Zainal Abidin, atas pernyataan yang sebelumnya ia sebarkan melalui media sosial. Permintaan maaf itu disampaikan dalam sebuah video yang direkam di sebuah kafe. Selasa, (28/7/2026).

Dalam video tersebut, Dun Belanda didampingi selebgram Aceh yang dikenal sebagai Keuchik Mansur. Di hadapan kamera, ia mengakui bahwa selama ini tidak pernah bertemu langsung dengan Wakil Bupati Aceh Timur. Komunikasi yang pernah terjalin, menurutnya, hanya melalui sambungan telepon.

Ia juga mencabut narasi yang sebelumnya beredar. Dun Belanda mengaku Wakil Bupati Aceh Timur tidak pernah memerintahkan maupun mendukung dirinya membuat konten yang menyerang Bupati Aceh Timur.

BACA LAINNYA  Peduli Terhadap Gizi Anak, Kodim 0416/Bute Kembali Gelar Program Dapur Masuk Sekolah

“Saya meminta maaf kepada Wakil Bupati Aceh Timur atas fitnah yang saya sebarkan di media sosial. Mungkin bapak sangat maklum dengan kondisi yang saya rasakan saat ini. Sekali lagi saya minta maaf,” Terang Dun Belanda dalam video tersebut.

Pada video lain yang juga difasilitasi Keuchik Mansur, Dun Belanda kembali menyampaikan terima kasih kepada Wakil Bupati Aceh Timur karena telah memaafkan dirinya atas pernyataan yang telah menimbulkan polemik.

Namun, terdapat satu pernyataan yang memunculkan tanda tanya. Di akhir video, Dun Belanda mengaku fitnah yang ia sebarkan dilakukan secara “terpaksa”. Ia tidak menjelaskan apa yang dimaksud dengan keterpaksaan itu maupun mengungkap siapa pihak yang diduga berada di balik tindakannya.

Pengakuan tersebut membuka babak baru dari polemik yang sebelumnya memanas di ruang publik. Sebab, meski Dun Belanda telah menarik tuduhannya dan meminta maaf, pernyataan mengenai adanya unsur “terpaksa” justru memunculkan pertanyaan mengenai apakah ada pihak lain yang berperan dalam penyebaran narasi tersebut.

BACA LAINNYA  Stabilitas Pangan Jadi Prioritas, Pemkab Tanjab Barat Bersinergi dengan Satgas Saber Pangan

Sebelumnya, Wakil Bupati Aceh Timur memberikan ultimatum kepada Dun Belanda untuk mengklarifikasi tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan berbagai konten di media sosial. Zainal Abidin menyatakan tuduhan tersebut merupakan fitnah dan memberikan tenggat waktu 2×24 jam sebelum menempuh jalur hukum.

Permintaan maaf yang disampaikan Dun Belanda menjadi penutup dari ultimatum tersebut. Namun, pengakuannya mengenai “terpaksa” menyebar fitnah kepada Wakil Bupati Aceh Timur berpotensi memunculkan pertanyaan lanjutan yang hingga kini belum terjawab.

Zainal

Share :

Baca Juga

Berita

Kapolres Sarolangun Turun Langsung Bersihkan Sampah di Aliran Sungai dan Parit

Berita

Hendak Silaturahmi Diduga Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Idi Marah Ketika Di Mintai Konfirmasi

Berita

Maulana-Diza Siap Wujudkan Jambi sebagai Kota Bahagia: Fokus pada Program Pro-Rakyat dan Ajakan Kampanye Santun

Berita

Ketua Komisi V PA Aceh Timur Siap Dukung Kinerja Ketua DPW PA 

Berita

Terpilih Sebagai Ketua Senat UNJA 2023-2027, Prof Syamsurijal Tan : Saya akan Mendukung Segala Bentuk Program Rektorat

Berita

Satgas TMMD Pasang Instalasi Pipa Sumur Bor untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih.

Berita

Upacara Pembukaan TMMD, Kodim 0416/Bute Sediakan Pengobatan Gratis Bagi Masyarakat Sekitar

Berita

Berikan Piagam, DPC Granat Apresiasi Polres Tanjab Barat ungkap Kasus Narkoba