Mediasi Hingga Larut Malam, Wagub Aceh Selesaikan Perselisihan APBK Aceh Singkil 2026 Jaga Lapas Tetap Kondusif, Kalapas dan Ka KPLP Beri Pengarahan tentang Ketertiban Tiga Kali Dipanggil, CJH Sungai Penuh Pilih Batalkan Berangkat Haji Dialog dengan Pedagang, Wako Alfin Serap Aspirasi di Pasar Tanjung Bajure Wawako Azhar Ikuti Panen Jagung, Dorong Swasembada Pangan di Sungai Ning

Home / Berita

Rabu, 8 April 2026 - 08:08 WIB

Kenaikan Harga Plastik Nasional: Dampak bagi UMKM dan Pelaku Usaha di Sungai Penuh

Sungai Penuh – Kenaikan harga plastik secara nasional mulai menjadi perhatian berbagai kalangan. Pada April 2026, harga plastik dilaporkan melonjak signifikan hingga 50 hingga 150 persen akibat terganggunya pasokan bahan baku, seperti nafta dan biji plastik, yang dipicu oleh konflik di kawasan Timur Tengah.

Kondisi ini berdampak langsung pada pelaku usaha, terutama pedagang pasar dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kenaikan harga plastik kresek, misalnya, turut mendorong penyesuaian harga jual barang di sejumlah pasar tradisional.

BACA LAINNYA  Diduga Akibat Puntung Rokok, Gudang Terbakar, Masyarakat : Dak Pernah Terlihat Aktivitas Dan Yang Punya Orang Biasa

Di sejumlah daerah, dampak kenaikan ini mulai dirasakan secara bertahap. Meski demikian, untuk wilayah Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, belum ada laporan resmi terkait lonjakan harga plastik yang signifikan. Namun, para pedagang diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan dalam waktu dekat.

Sejumlah pelaku usaha mengaku kenaikan harga plastik akan berpengaruh pada biaya operasional, terutama bagi usaha yang masih bergantung pada kemasan plastik. Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga barang kebutuhan sehari-hari ikut mengalami kenaikan.

BACA LAINNYA  Wagub Sani Ikuti Apel Siaga Pengamanan Pasokan dan Harga Pangan Jelang Idul Fitri 2024 Secara Daring

Di sisi lain, kondisi ini dinilai dapat menjadi momentum untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai. Masyarakat diharapkan mulai beralih menggunakan tas belanja ramah lingkungan sebagai langkah mengurangi sampah plastik.

Pemerintah dan pihak terkait juga diharapkan dapat memberikan solusi alternatif serta menjaga stabilitas harga agar tidak terlalu membebani masyarakat.

Share :

Baca Juga

Berita

Banjir di Kerinci dan Sungai Penuh, Personel Kompi 3 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jambi Lakukan Evakuasi 

Berita

Terkait Isu Miring Tentang Narapidana Bebas Tiktokan Di Lapas, Lapuanja Menyatakan Isu Tersebut Adalah Hoax

Berita

Libatkan Ormas, Tokoh Agama, dan Masyarakat Kemenkopolhukam Gelar Rembuk GIT ( Gerakan Indonesia Tertib) Berlalulintas

Berita

Lapas Kelas IIA Banda Aceh Sambut Kedatangan Tim Monev Direktorat Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan.

Berita

Lebih 203 Orang Minat Jadi Anggota KPU Kepri

Berita

Upaya Babinsa Kel. Budiman Dalam Memerangi Dampak Negatif Judi Online.

Berita

Tutup Temu Bisnis Tahap VI, Wamenkumham: Belanja Produk Dalam Negeri Harus Terus Digelorakan

Berita

Bocah 4 Tahun Diduga Hanyut di Selokan Saat Mandi Hujan