KERINCI – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang terus digaungkan pemerintah pusat maupun daerah, kegiatan kunjungan kerja (kunker) yang dilakukan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kerinci bersama organisasi PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), dan Persatuan Istri Anggota DPRD (PIAD) ke Yogyakarta menjadi sorotan publik.
Informasi yang dihimpun menyebutkan rombongan tersebut tengah melaksanakan kunjungan kerja ke Yogyakarta. Kegiatan itu menuai beragam tanggapan dari masyarakat, terutama karena berlangsung di tengah upaya pemerintah melakukan penghematan dan penyesuaian belanja daerah.
Sejumlah warga mempertanyakan urgensi dan manfaat dari kunjungan tersebut. Mereka berharap setiap kegiatan yang menggunakan anggaran daerah dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta menghasilkan program yang bisa diterapkan untuk mendukung pembangunan daerah.
“Di tengah kondisi anggaran yang sedang diefisiensikan, masyarakat tentu ingin mengetahui tujuan, manfaat, dan hasil yang akan diperoleh dari kunjungan kerja tersebut,” ujar Aktivis Kerinci Joel.
Menurutnya, transparansi terkait penggunaan anggaran dan output kegiatan menjadi hal penting agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Di sisi lain, kunjungan kerja merupakan salah satu agenda yang lazim dilakukan oleh lembaga legislatif maupun organisasi kemasyarakatan untuk studi banding, peningkatan kapasitas, serta menggali berbagai inovasi yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
Meski demikian, publik menilai bahwa dalam situasi efisiensi anggaran, setiap kegiatan perjalanan dinas perlu dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kebutuhan, urgensi, dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, Kamis (11/6/2026), belum diperoleh keterangan resmi dari pihak DPRD Kabupaten Kerinci terkait tujuan, jumlah peserta, sumber pendanaan, serta hasil yang diharapkan dari kunjungan kerja tersebut.











