Jambi, Dari tepian Sungai Batanghari, gagasan besar lahir. Ketua Bhayangkari Daerah Jambi, Ny. Evi Krisno Siregar, istri Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, menanam benih perubahan sosial melalui ide cemerlang pendirian Rumah Baca, sebuah ruang literasi yang menjangkau masyarakat sungai dan pesisir Jambi.
Program ini menjadi penanda bahwa kepolisian tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun kecerdasan sosial. Ide rumah baca itu dicetuskan langsung oleh Ibu Evi, yang melihat sendiri kesenjanga akses buku di wilayah perairan tempat Ditpolairud bertugas.
Kini rumah baca tersebut telah lahir dan di resmikan secara langsung oleh Ketua Bhayangkari Daerah Jambi, Ny. Evi Krisno Siregar, istri orang nomor satu di Polda Jambi tersebut pada Rabu (12/11/2025).
Ketua Bhayangkari Daerah Jambi, Ny. Evi Krisno Siregar menyampaikan bahwa ini merupakan bentuk kepedulian Bhayangkari di bidang pendidikan.
“Kita ingin anak-anak di bantaran sungai memiliki kesempatan yang sama untuk membaca, bermimpi, dan menulis masa depan mereka. Di sinilah Polri hadir, tidak hanya dengan seragam dan patroli, tapi dengan pengetahuan,” tutur Ny. Evi Krisno Siregar penuh semangat.
Rumah Baca Polairud dibangun dengan konsep yang sederhana dengan menyesuaikan dan mengedepankan karakter masyarakat pesisir dan nelayan.
Rumah baca ini tidak hanya berisi rak buku, tetapi juga area belajar interaktif, mengaji bahkan belajar bermain Hadroh.
Pendirian Rumah Baca Polairud tidak berdiri sendiri. Bhayangkari Daerah Jambi juga menggandeng Ditpolairud Polda Jambi, Persit, Perpustakaan daerah, dan relawan literasi lokal untuk mengisi kegiatan membaca, mendongeng, serta belajar bersama anak-anak di wilayah perairan.
Program ini dirancang berkelanjutan dengan sistem pinjam pakai buku.
Rumah Baca Polairud akan menjadi ikon literasi sosial Polri di Provinsi Jambi tempat di mana buku, sungai, dan pengabdian bersatu.
Dengan dukungan penuh dari Ketua Bhayangkari Daerah Jambi, Ny. Evi Krisno Siregar, Ditpolairud Polda Jambi dengan semangat gotong royong dan kebersamaan telah berhasil membangun rumah baca ini yang nantinya menjadi berbagai pusat kegiatan edukatif yang membawa pesan kuat, literasi bisa menembus batas geografis, bahkan mengalir seirama dengan arus sungai.
Kombes Pol. Agus Tri Waluyo, Dirpolairud Polda Jambi, menyampaikan apresiasinya atas ide inovatif tersebut.
“Gagasan Ibu Ketua Bhayangkari ini luar biasa. Kami di Ditpolairud siap mendukung sepenuhnya, bahkan akan menjadikan Rumah Baca ini model bagi pos-pos perairan lainnya,” ujarnya.
Inisiatif Rumah Baca ini menjadi simbol “Polri untuk Masyarakat”. Program ini membuka pintu bagi anak-anak dan warga pesisir agar tidak tertinggal dalam arus informasi dan pendidikan.
Selain koleksi bacaan anak dan remaja, Rumah Baca juga menyediakan buku keterampilan praktis mulai dari budidaya ikan, pengolahan hasil laut, hingga ekonomi kreatif berbasis komunitas.
Tujuannya sederhana tapi berdampak menumbuhkan masyarakat yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing.
“Sebuah buku bisa menyalakan cahaya di tempat yang jauh dari kota. Saya ingin Rumah Baca ini menjadi pelita kecil di tepian Batanghari,” tambah Ny. Evi.
Langkah visioner Ibu Kapolda Jambi ini tidak hanya memperluas makna pengabdian Bhayangkari, tetapi juga memperkuat citra Polri sebagai lembaga yang humanis dan berorientasi pada masa depan bangsa.
Rumah Baca dipulau pandan ini bukan sekadar bangunan. Ia adalah simbol bahwa pengetahuan adalah hak semua anak negeri bahkan mereka yang hidup di tepian air. (Viryzha)











