Hardiknas 2026, Kalapas Idi Rayeuk: Narapidana Kehilangan Kemerdekaan Bergerak, Bukan Kemerdekaan Belajar Haru di Tungkal: Rumah Reyot Kakek Darmawan 85 Tahun Kini Layak Huni Berkat BAZNAS dan Pemkab Tanjab Barat Kebakaran Landa Pasar Teluk Nilau, Polisi dan Damkar Berjibaku Padamkan Api May Day 2026, PMII Tanjab Barat Turun ke Jalan: Tolak Upah Murah dan Kontrak Berkepanjangan May Day 2026 Tanjab Barat: Dialog Tripartit Bahas Upah Layak, 4.000 Pekerja Rentan Masuk BPJS

Home / Berita

Minggu, 26 April 2026 - 09:20 WIB

Kontribusi Personel Polri Di Perguruan Tinggi Merupakan Bentuk Community Policing Di Level Intelektual.

 

JAMBI, Minggu (26/4/2026) – Peran personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berkembang mengikuti dinamika zaman. Tidak hanya hadir di lapangan sebagai penegak hukum, Polri kini juga memperkuat pendekatan intelektual melalui keterlibatan aktif di dunia akademik.

 

Salah satu wujud nyata ditunjukkan oleh AKBP Dr. Dadang Djoko Karyanto, S.H., S.I.P., M.H., M.Pd., Pamen Ditbinmas Polda Jambi, yang tampil sebagai praktisi pendidikan sekaligus “Polisi Akademisi” dalam kegiatan perkuliahan di Universitas Islam Mambaul Ulum Jambi.

 

Dalam kegiatan tersebut, Dadang menyampaikan materi manajemen anti korupsi kepada mahasiswa sebagai bagian dari implementasi konsep community policing di level intelektual.

 

Pendekatan ini dinilai strategis dalam membangun kesadaran hukum sejak dini, khususnya di kalangan generasi muda sebagai agen perubahan.

 

Menurutnya, keterlibatan personel Polri di perguruan tinggi bukan sekadar aktivitas tambahan, melainkan bagian dari strategi besar institusi dalam membangun keamanan berbasis ilmu pengetahuan (science-based policing) dan pendekatan sosial yang berkelanjutan.

 

“Sinergi antara praktisi hukum dan akademisi akan menciptakan kebijakan yang lebih adaptif dan berbasis data. Ini menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan keamanan modern,” ujarnya.

 

Penguatan Kapasitas Personel

 

Kehadiran polisi di ruang akademik memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas individu personel. Selain memperkuat kompetensi intelektual dan kemampuan analisis, aktivitas mengajar juga meningkatkan literasi, komunikasi publik, serta membuka jejaring akademik yang luas.

BACA LAINNYA  Basarnas Jambi Cari Nelayan Hilang Di Ambang Luar Kuala Tungkal

 

Di sisi lain, keterlibatan ini menjadi sarana aktualisasi diri bagi anggota Polri, sekaligus menunjukkan bahwa aparat kepolisian memiliki kapasitas intelektual yang sejajar dengan kalangan akademisi.

 

Dampak Positif bagi Institusi

 

Secara institusional, kehadiran “Polisi Akademisi” turut meningkatkan citra Polri di mata publik. Pendekatan humanis dan edukatif dinilai mampu mengikis stigma bahwa polisi hanya mengedepankan tindakan represif.

 

Selain itu, hasil penelitian akademik yang dilakukan personel Polri dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan internal, sehingga mendorong terciptanya evidence-based policing. Kebijakan yang didukung kajian ilmiah juga dinilai lebih mudah diterima oleh masyarakat dan pemangku kepentingan.

 

“Dunia kampus menjadi ruang strategis untuk menyerap ide-ide baru, termasuk dalam membaca tren kejahatan dan dinamika sosial yang terus berkembang,” tambahnya.

 

Perkuat Fungsi Preemtif dan Preventif

 

Keterlibatan Polri di lingkungan perguruan tinggi juga memiliki korelasi kuat dengan fungsi preemtif dan preventif. Melalui proses pembelajaran di kelas, nilai-nilai hukum, etika, dan kebangsaan dapat ditanamkan secara langsung kepada mahasiswa.

 

Tak hanya itu, interaksi akademik juga berfungsi sebagai sarana deteksi dini terhadap potensi konflik sosial. Diskusi terbuka di kampus memungkinkan aparat kepolisian memahami kegelisahan intelektual sebelum berkembang menjadi gangguan nyata di masyarakat.

BACA LAINNYA  Tegakkan Disiplin Lalu Lintas: Satlantas Pijay Tindak 125 Pelanggar dalam Operasi Zebra Seulawah

 

Dalam konteks preventif tidak langsung, kehadiran Polri juga berperan dalam menangkal potensi radikalisme di lingkungan kampus melalui pendekatan dialogis dan edukatif.

 

Sinergi Akademisi dan Praktisi

 

Konsep “Polisi Akademisi” menghadirkan sinergi antara teori dan praktik. Akademisi memberikan kerangka berpikir dan pendekatan ilmiah, sementara Polri menghadirkan data lapangan serta realitas empiris.

 

Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan sistem keamanan yang berkelanjutan dan berbasis pemahaman sosial yang mendalam.

 

Ke depan, kerja sama antara Polri dan perguruan tinggi juga diarahkan pada pembentukan pusat studi kepolisian sebagai think tank dalam pengembangan kebijakan strategis.

 

Pelajaran Berharga

 

Dari inisiatif ini, terdapat sejumlah pelajaran penting yang dapat diambil, antara lain pentingnya integrasi moral dan literasi dalam pendidikan hukum, penguatan kolaborasi antara Polri, akademisi, pemerintah, dan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi dalam menghadapi tantangan era digital.

 

Pendekatan dialogis yang dibangun di lingkungan kampus juga terbukti efektif sebagai instrumen deteksi dini terhadap berbagai persoalan sosial.

 

Dengan demikian, keterlibatan personel Polri di dunia akademik menjadi langkah strategis yang tidak hanya memperkuat kapasitas internal, tetapi juga membangun kepercayaan publik serta menciptakan sistem keamanan yang lebih humanis, adaptif, dan berkelanjutan.

(Viryzha)

Share :

Baca Juga

Berita

Polsek Nipah Panjang Lakukan Giat Vaksinasi

Berita

Dengan Ketulusannya, Ivan Wirata Behasil Meyakinkan Pemain Gitar Legendaris Yang 2 Tahun Dipasung Untuk Berobat Ke RSJ

Berita

Gubernur Al Haris Apresiasi IPB Cetak Pengusaha Muda

Berita

Euforia Tak Terbendung! Wajah Baru Pemenang dan Doorprize Honda BeAT Warnai Final Honda DBL 2026 Jambi

Berita

Polisi Ungkap Kasus Duel Berdarah Antar Gank Motor, Pelaku dan Korban Masih di Bawah Umur

Berita

Satu Truk Bermuatan Miras Ditahan Polisi, Begini Penjelasan Kapolres

Berita

Press rilis DPC Partai Kebangkitan Bangsa Tebo Terkait Video dugaan Diskriminasi RAS oleh Oknum Anggota DPRD Tebo Partai PKS

Berita

Breaking News, BNNP Jambi Tangkap Kurir Narkoba Asal Malaysia