Kemacetan Kembali Terjadi Akibat Konflik Masyarakat Kumpe dan Angkatan Batu bara, Ditlantas Polda Jambi Kembali Berlakukan Diskresi Kepolisian BKSDA Sumsel Amankan 3.306 Individu Satwa Burung Tidak Dilindungi Tanpa Dokumen Diduga Selingkuh, Artis dan Dj Dinar Candy dilaporkan ke Polda Jambi Miris, Masih Ada Dusun di Kabupaten Tebo yang Belum di Aliri Listrik Bnn Ri Kembali Musnahkan Lahan Ganja di Aceh Utara

Home / Berita

Senin, 13 Desember 2021 - 16:02 WIB

Pelantikan Pejabat Diduga Langgar SE Menteri, SPEAKJAMBI minta KASN Evaluasi

BIDIKINDONESIANEWS,

Jambi13/12/2021

Pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi baru-baru ini menjadi sorotan berbagai pihak, salah satunya yang tergabung dalam Suara Pemuda Anti Korupsi Jambi (SPEAKJAMBI).

 

Pada hari ini Senin 13 Desember 2021 mendatangi Komisi Aparatur Sipil Negara untuk menyampaikan sejumlah dugaan pelanggaran dalam pelantikan tersebut.

 

“Hari ini kita mendatangi KASN untuk menyampaikan beberapa dugaan pelanggaran terkait pelantikan pejabat yang dilakukan beberap hari kemarin, dimana kami menilai ada pelanggaran yang dilakukan oleh Pemprov Jambi terkait pejabat yang dilantik serta tidak memenuhi syarat dengan jabatan yang diembannya. “Hal ini disampaikan Yudha Abmarzha Selaku ketua SPEAKJAMBI, ketika di hubungi melalui Telp Selulernya.

 

“Adapun salahsatunya yakni adanya guru yang dilantik menjadi pejabat struktural dimana adanya larangan dari menteri PAN RB melalui surat edaran nomor SE/15/M-PAN/4/2004 Tentang larangan pengalihan PNS dari Jabatan Guru Ke Jabatan Non Guru, sedangkan kita tau banyak wilayah di Jambi khususnya sekolah menengah ke atas masih banyak kekurangan guru. Sedangkan guru adalah profesi yang melekat pada diri seseorang apabila diangkat menjadi pejabat struktural maka hak mengajarnya menjadi hilang. Sehingga menurut kami ini berdampak nanti nya ke depan terkait kekurangan guru yang ada.” Sambungnya

BACA LAINNYA  Bupati Muaro Jambi Serahkan Bonus Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tahun 2022

 

“Dan kita lihat dari nama-nama yang di Lantik khususnya di dinas pendidikan provinsi Jambi ada sejumlah nama yang berasal dari guru untuk menduduki jabatan baik setingkat KASI,Kepala UPTD hingga Kepala Bidang. Kemudian kita juga melihat banyak pejabat yang menduduki jabatan tidak sesuai dengan disiplin ilmunya, ada yang sarjana pendidikan di tempatkan di RSU, Balitbanda bahkan di dinas ESDM, dan sarjana tekhnik di dinas koperasi ini kan sangat disayangkan bagaimana dengan disiplin ilmu yang berbeda menjalankan jabatannya.

BACA LAINNYA  121 PNS di Tanjabbar Terima Penghargaan Satyalencana Karya Satya dari Presiden

 

“Jadi pada hari ini kita meminta KASN Untuk melakukan investigasi dan menganulir jika ada dugaan pelanggaran berat yang ditemukan dan dilakukan pemerintah provinsi Jambi, kemudian memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang bertanggungjawab. Hal ini kita lakukan agar Gubernur Jambi benar-benar menempatkan orang yang menguasai bidangnya sehingga membantu kerja pak gubernur membawa Jambi lebih maju nantinya ”

 

Dan kita juga akan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Untuk mendalami jika ada ditemukannya dugaan praktik jual beli jabatan dalam menempatkan jabatan di lingkungan pemerintah provinsi Jambi besok. ” Tutupnya,(Rendhy)

Print Friendly, PDF & Email

Share :

Baca Juga

Berita

Kasiops Kasrem 042/Gapu Uji Coba Kapal Rigid Inflatable Boat

Berita

Mudik Lebaran 2022, BPJN Jambi Siapkan 12 Posko Untuk Para PemudikĀ 

Berita

Ditpolairud Polda Jambi Gelar Anjangsana ke Purnawiran dan Warakawuri Sambut HUT Polairud ke 73

Berita

Buka Raker Teknis Fungsi Kesekretariatan Polda Jambi, Ini Arahan Wakapolda JambiĀ 

Berita

RS Bhayangkara Polda Jambi Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Warga Binaan Lapuanja Sambut Hari Jadi Polwan ke 75

Berita

Arahan Kapolri di Rakernis Korlantas: Wujudkan Mudik Aman hingga Tingkatkan Pelayanan PublikĀ 

Berita

Kasipers Kasrem 042/Gapu Hadiri Penutupan, Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Diktuk Bintara Polri Angkatan XX TA 2021

Berita

Kapolsek Pantee Bidari Polres Aceh Timur Selesaikan Kasus Penganiayaan Ringan Melalui Restorative Justi