Kejati Jambi Gelar Seminar Nasional, Bahas Ketahanan Energi Nasional dan Penegakan Hukum Migas Wali Kota Jambi Maulana Groundbreaking Pendopo Warga RT 35 Villa Real, Kampung Bahagia Dorong Gotong Royong dan Kepedulian Sosial HIPMI Kerinci dan Kota Sungai Penuh Jalin Kerja Sama dengan BSI, Dorong Penguatan Usaha Pengusaha Muda Pemkot Jambi dan KPK Perkuat Pencegahan Korupsi Melalui Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Usai Pembukaan TMMD Ke-130, Satgas Gelar Pengobatan Gratis yang Diserbu Warga Desa Merbau

Home / Berita

Kamis, 15 Agustus 2024 - 20:12 WIB

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur Target prevalensi Angka Stunting 14 Persen Tahun 2024

IDI RAYEUK — Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus melakukan langkah konkret dalam upaya penanganan kasus stunting dalam kabupaten Aceh Timur.

 

Sekretaris Daerah kabupaten Aceh Timur Ir Mahyuddin, M.Si dalam laporannya mengatakan, Langkah percepatan penanganan dilakukan mulai dari dukungan anggaran hingga program kesehatan yang dipost secara khusus kepada Perangkat Daerah terkait.

 

Menurutnya Ada dua langkah  konkrit yang menjadi kunci dalam penurunan stunting yaitu intervensi spesifik dan intervensi sensitif.

 

Intervensi Spesifik yang dimaksud adalah intervensi yang berhubungan dengan peningkatan Gizi dan Kesehatan sementara Intervensi Sensitif, adalah intervensi yang berhubungan dengan penyebab tidak langsung stunting.

 

 

Khusus untuk intervensi spesifik itu perangkat Daerah yang terlibat yaitu dinas kesehatan, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong.

 

Sementara intervensi sensitif melibatkan

Dinas KB, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, BPJS, Dinas Sosial, Bappeda, Dinas Tanaman Pangan Dan Holtikultura, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan, dan Dinas ketahanan Pangan Dan Penyuluhan.

 

 

Sekda Aceh Timur Mahyuddin merincikan Dari data yang dihimpun angka kasus stunting mulai menurun di Aceh Timur.

 

Dirincikannya, menurut  Survey Status Gizi Indonesia  dari Kementerian Kesehatan  tahun 2021  kasus stunting di berada pada angka 38,2 persen. Selanjutnya pada tahun 2022  data menjadi 33, 60 persen.

BACA LAINNYA  Dibuka Presiden RI, Kapolda Jambi Hadiri Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda se Indonesia Tahun 2023

 

Kemudian merujuk pada Survei Kesehatan Indonesia SKI pada tahun 2023  angka stunting  turun menjadi 20,70 persen.

 

Dan pada tahun 2024 ini menurut  data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat turun menjadi  14 persen.

 

 

Diakui Mahyuddin, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus berusaha meningkatkan peran serta semua pihak untuk percepatan penurunan stunting sebagaimana diamanatkan oleh Perpres No. 72/ 2021 sebesar 14% secara nasional.

 

Mahyuddin mengajak  bekerja sama dan melibatkan semua unsur terkait serta pemangku kebijakan dalam mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Aceh Timur.

 

“Mari kita membangun sinergi dengan semua elemen masyarakat di Kabupaten Aceh Timur untuk terus menurunkan stunting. Penanganan stunting ini merupakan tanggung jawab bersama,” demikian tutup Mahyuddin.

 

Dalam sambutannya Pj. Bupati Aceh Timur Amrullah mengatakan terdapat dua komponen penting yang wajib berjalan beriringan, untuk dapat mendukung percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting di kabupaten Aceh Timur.

 

 

Pertama, komitmen pentahelix dalam bekerjasama dan bermitra, untuk dapat saling mendukung intervensi pencegahan dan penurunan stunting, secara holistic integratif tematik dan spasial serta memiliki keterukuran target yang jelas.

BACA LAINNYA  Polres Sarolangun Musnahkan Barang Bukti Hasil Operasi Keselamatan, Antik dan Pekat

 

Kedua, peran keluarga yang sangat penting dalam mencegah stunting pada setiap fase kehidupan, mulai dari janin dalam kandungan, balita, remaja, calon pengantin dan ibu hamil.

 

Perlu saya sampaikan pula bahwa, data merupakan faktor penting yang wajib kita perhatikan bersama, agar upaya penurunan stunting dapat tepat sasaran.

 

Disamping itu, data yang akurat juga akan menjadi rujukan dalam perencanaan, monitoring dan evaluasi intervensi stunting. maka dari itu pada kesempatan ini,

 

 

Ia juga mengharapkan kepada tim percepatan penurunan stunting ditingkat kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan, opd terkait, bidan desa, petugas gizi dan petugas terkait lainnya, agar proses data hendaknya dilakukan dengan memperhatikan validitas dan akurasi data yang baik dan benar.

 

 

“Saya menaruh harapan besar agar percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting di gampong terutama dalam pengawasan dan pembinaan penggunaan dana desa dan sumber – sumber dana yang memungkinkan lainnya sesuai dengan ketentuan dan perundangan yang berlaku,” demikian tutup Amrullah.

Share :

Baca Juga

Berita

Panglima Kodam II/Sriwijaya Pimpin Langsung Sertijab dan Lepas Sambut 3 Penjabat Jajaran Kodam II/Swj

Berita

Mengenal Adat Melayu dan Sebagai Tokoh serta Orang Tua di Jambi, Kapolda Jambi Sambangi Kediaman HBA

Berita

Jalan Renah Pemetik Mulai Dikerjakan, PUPR Kerinci Turunkan Alat Berat 

Berita

FGD Publikasi Aceh Timur Dalam Angka tahun 2024

Berita

Panglima Laot Aceh Timur Deklarasi Dukung Haji Sulaiman Dan Abdul Hamid 

Berita

Mobil Muatan Batubara Terperosok Ditengah Kota Jambi

Berita

Pertamina Pastikan Stok Ketersediaan Gas Elpiji 3 Kilogram Cukup Selama Bulan Ramadhan dan Idul Fitri

Berita

Dirkeswat Blusukan ke Aceh: Pastikan Kualitas Kesehatan dan Perawatan Warga Binaan Sesuai Standar