Progres 55 Persen! Dinding Rumah Supiandi Tertutup Rapi, Besok Proses Pengecatan TMMD 130 Kodim 0419/Tanjab Wujudkan Rumah Misnan Jadi Layak Huni, Progresnya 55 Persen Pantang Menyerah! Pengeboran Manual Sumur Bor Sasaran 2 TMMD Tembus 45 Persen Bupati Kerinci Vs Satpam Maladministrasi? DPD IWO-I : Ombudsman Segera Turun ke Kerinci BULOG dan Bapanas Perkuat Dukungan bagi Peternak Mikro, Sinergikan Penyaluran Jagung SPHP dan Pembelian Telur Rp30 Miliar

Home / Berita

Kamis, 5 November 2026 - 15:17 WIB

Peternak Ayam Broiler di Muaro Jambi Keluhkan Harga Pakan Tinggi, Harga Jual Anjlok hingga Rp17 Ribu per Kilogram

MUARO JAMBI – Sejumlah pengusaha dan peternak ayam broiler di kawasan Desa Sungai Duren, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, mengeluhkan tingginya biaya produksi di tengah anjloknya harga jual ayam broiler di pasaran.

Kondisi tersebut membuat para peternak berada dalam tekanan. Pasalnya, harga pakan ayam beserta ongkos pengiriman hingga Jambi saat ini mencapai sekitar Rp11.000 per kilogram. Sementara itu, harga DOC (Day Old Chick) atau bibit ayam usia sehari berkisar Rp8.000 hingga Rp9.000 per ekor.

BACA LAINNYA  Pertengahan Ramadhan, Tim Satgas Pangan Polda Jambi Terus Lakukan Pemantauan Harga di Pasar Tradisional

Berdasarkan perhitungan peternak, biaya pokok produksi (HPP) untuk pakan dan DOC saja sudah mencapai sekitar Rp20.500 per kilogram ayam. Angka tersebut belum termasuk biaya operasional lainnya yang diperkirakan mencapai Rp2.000 per ekor.

Ironisnya, di tengah tingginya biaya produksi tersebut, harga jual ayam broiler saat ini justru berada di kisaran Rp17.000 per kilogram.

Kondisi ini tentu menjadi beban berat bagi pelaku usaha peternakan ayam broiler. Sebab, harga jual yang diterima peternak belum mampu menutupi biaya produksi yang telah dikeluarkan, bahkan berpotensi menyebabkan kerugian.

BACA LAINNYA  Tiga Pria Diringkus Polisi Usai Curi Tas yang Berisi Uang Tunai dan Bobol Saldo ATM Korban

Para peternak berharap kondisi pasar dapat segera membaik dan harga jual ayam broiler lebih berpihak kepada keberlangsungan usaha peternakan.

Mereka juga berharap adanya perhatian dari pemerintah dan pihak terkait terhadap persoalan yang dihadapi peternak, khususnya terkait ketimpangan antara biaya produksi dan harga jual di tingkat peternak.

Jika kondisi ini terus berlangsung, bukan tidak mungkin keberlangsungan usaha peternakan ayam broiler, khususnya peternak mandiri di wilayah Muaro Jambi, akan semakin tertekan.

Share :

Baca Juga

Berita

Empat Pelaku Pencurian Diatas Kapal Sedot Pasir di Mendalo Laut Diamankan Ditpolairud Polda Jambi

Berita

Sosok Irjen Pol Krisno H Siregar Garda Terdepan Pemberantasan Narkoba, Kini Jabat Kapolda Jambi 

Berita

Korem 042/Gapu Laksanakan Upacara 17-an Bulan Februari 2023

Berita

Jelang Ramadhan, Pasar Tanjung Bajure Dipadati Pembeli Kebutuhan

Berita

Satgas TMMD Kebut Pemasangan Atap RTLH Warga Sungai Jernih  ‎

Berita

Rumah Kito Resort Hotel Terus Mendukung Batik Jambi Sebagai Identitas Daerah Jambi

Berita

Danrem 042/Gapu Hadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah

Berita

Kapolsek Sekernan Cek Sarana dan Prasarana Pengendalian Karhutla di Perusahaan Perkebunan