TANJAB TIMUR – Semangat pantang menyerah untuk menghadirkan sumber air bersih di pelosok desa terus dikobarkan dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0419/Tanjab.
Memasuki pengerjaan pada hari Kamis (5/11/2026), sasaran fisik sumur bor pada Sasaran 2 yang berlokasi di RT 05 Dusun Riya 2, Desa Merbau, Kecamatan Mendahara, sukses mencatatkan kemajuan progres di angka 45 persen.
Pencapaian ini merupakan murni hasil dari kerja keras fisik tanpa henti, mengingat metode yang digunakan adalah pengeboran manual. Berdasarkan pantauan di lokasi, potret kemanunggalan yang sesungguhnya tersaji begitu nyata.
Tampak seorang warga setempat yang duduk di atas landasan kayu sedang memusatkan tenaganya memutar stang tuas pipa bor membelah lapisan bumi. Di saat bersamaan, personel Satuan Tugas (Satgas) TNI berdiri sigap memegang dan menjaga keseimbangan struktur menara kayu (tripod) penyangga alat bor tersebut agar tidak goyah. Mengawal ketat tahapan pengeboran manual yang kian menantang ini, Batih Ter Satgas TMMD memberikan penjelasan teknis mengenai krusialnya penggunaan menara kayu dan sinkronisasi tenaga di lapangan.
“Alhamdulillah, berkat ketekunan luar biasa dari tim dan warga, progres pengeboran manual di Sasaran 2 hari ini sukses mencapai 45 persen. Secara teknis, penggunaan menara kayu atau tripod rakitan ini sangat vital fungsinya. Menara ini bertugas sebagai penyeimbang utama untuk memastikan pipa bor yang ditekan ke dalam tanah tetap tegak lurus secara presisi atau tidak melenceng. Saat warga fokus memutar tuas, anggota Satgas di sisi lain bertugas menahan getaran pada struktur kayunya agar posisi alat tidak bergeser,” urai Batih Ter.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa semakin dalam pipa menembus bumi, tantangan hambatannya kian besar. “Pada kedalaman progres 45 persen ini, struktur tanah semakin padat dan berat.
Oleh karena itu, ritme kerja dan kekompakan tenaga antara warga dan prajurit harus benar-benar seirama. Estafet tenaga dari warga Dusun Riya 2 yang terus bergiliran membantu pengerjaan ini adalah energi utama kita. Kami sangat optimis, dengan semangat gotong royong yang sekeras ini, lapisan demi lapisan tanah akan terus tertembus hingga kita mencapai titik urat air,” pungkasnya.











