Tebo – Setelah dilakukan pencarian intensif selama dua hari, korban tenggelam di aliran Sungai Batanghari, Abdul Hafis (19), warga Desa Muaro Ketalo, akhirnya berhasil ditemukan pada Selasa (24/03/2026).
Korban ditemukan di aliran Muaro Sungai Landai, sekitar 500 meter dari titik awal lokasi tenggelam. Lokasi penemuan berada di Dusun Lingkar Nago, Desa Muaro Ketalo, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi. Diketahui, aliran Muaro Sungai Landai merupakan bagian yang terhubung langsung dengan Sungai Batanghari.
Sejak hari pertama kejadian hingga hari kedua, proses pencarian melibatkan berbagai pihak, di antaranya Camat Tebo Ilir Yanto, Kapolsek Tebo Ilir AKP Adha Fristanto beserta jajaran, Kepala Desa Muaro Ketalo, Babinsa, tim Basarnas Bungo, BPBD Tebo, masyarakat setempat, serta keluarga korban.
Perwakilan Basarnas Bungo menyampaikan bahwa pencarian dilakukan secara maksimal sejak malam hingga pagi hari. “Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, korban berhasil ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi awal tenggelam di aliran Muaro Sungai Landai,” ujarnya.
Kapolsek Tebo Ilir, AKP Adha Fristanto, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai. “Kita anggap ini sebagai musibah. Saat ini kondisi air sedang pasang tinggi, sehingga kewaspadaan harus lebih ditingkatkan,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa jenazah korban rencananya akan segera disemayamkan oleh pihak keluarga.
Sementara itu, Kepala Desa Muaro Ketalo, Iwan, mengapresiasi solidaritas masyarakat dalam membantu proses pencarian. “Terima kasih kepada seluruh warga yang telah bekerja sama dan menunjukkan kepedulian luar biasa. Kami juga mengimbau agar orang tua lebih mengawasi anak-anak, terutama yang tinggal di pinggir Sungai Batanghari,” ujarnya.
Camat Tebo Ilir, Yanto, turut menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. “Alhamdulillah korban telah ditemukan sekitar pukul 12 siang di hari kedua pencarian. Kami turut berbelasungkawa dan mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati, mengingat kondisi air sungai yang terus meningkat,” tuturnya.
Dari pihak keluarga, Sihendri menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan semua pihak yang telah ikut serta dalam pencarian hingga keluarga kami ditemukan,” ungkapnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Batanghari, untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya, terutama saat debit air meningkat.











