Cara Top Up Saldo PayPal dari Bank Mandiri Bisa via Livin & ATM Lapas Kelas IIA Banda Aceh menggelar Rapat Internal bahas Pelaksanaan Program Akselarasi dan Peningkatan Koordinasi Antar Bidang Hidayat, Kakanwil Ditjen Pas Resmikan Rumah Tahfiz Quran Al Hidayah di Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak Ditpolairud Polda Jambi Laksanakan Anjangsana ke Purnawirawan dan Warakawuri dalam Rangka HUT ke-75 Polairud Tahun 2025 Bea Cukai Lhokseumawe Ingatkan Bahaya Pakaian Bekas Impor dalam Talkshow RRI 

Home / Pemerintah

Kamis, 25 September 2025 - 07:31 WIB

Transformasi Kota Jambi Dimulai, Program Kampung Bahagia Jadi Tonggak Partisipasi Warga

Jambi-Kota Jambi resmi memulai babak baru pembangunan berbasis komunitas. Melalui Kick-off Implementasi Program Kampung Bahagia, Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., meresmikan 67 RT sebagai pilot project yang akan menjadi contoh penggerak perubahan di tingkat masyarakat.

Kick-off tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Maulana di hadapan para Ketua Pokja 67 RT percontohan Kampung Bahagia dari 68 kelurahan yang terhubung secara virtual. Acara ini berlangsung bersamaan dengan gotong royong serentak se-Kota Jambi dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) Indonesia 2025, yang dipusatkan di kawasan wisata Danau Sipin, Rabu pagi (24/9/2025). Gotong royong masal gabungan dalam rangka WCD ini diikuti oleh jajaran Kodim 0415/Jambi, Brimob Polda Jambi, BWS Sumatera VI, serta Perangkat Daerah dilingkungan Pemkot Jambi.

Kepada awak media, Wali Kota Maulana mengatakan, momentum ini menjadi tonggak penting, karena 67 RT tersebut akan menjadi percontohan awal bagaimana konsep pembangunan berbasis komunitas (community based development-red) diwujudkan secara nyata di tengah masyarakat.

“Melalui RT-RT inilah, semangat kebersamaan, gotong royong, dan pembangunan partisipatif dijalankan sekaligus diperkuat. Dengan tujuan untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat agar mampu mengelola sumber daya sekaligus membangun lingkungannya secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Wali Kota Maulana.

BACA LAINNYA  Pj Bupati Bachyuni Bagikan Bonus Kepada Pemenang MTQ

Wali Kota menambahkan, keberhasilan 67 RT ini nantinya akan menjadi model pembangunan partisipatif yang direplikasi ke 1.650 RT se-Kota Jambi.

“Dengan demikian, Program Kampung Bahagia benar-benar lahir dari, oleh, dan untuk masyarakat, serta menjadi langkah awal implementasi nyata yang menandai transformasi pembangunan Kota Jambi menuju kota yang lebih partisipatif, inklusif, berkelanjutan, dan membahagiakan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Maulana menekankan, bahwa keberhasilan Kampung Bahagia tidak hanya diukur dari fisik pembangunan, tetapi dari tumbuhnya solidaritas, kepedulian sosial, kemandirian warga, hingga kepedulian terhadap lingkungan.

“Bertepatan dengan World Cleanup Day, pesan ini semakin kuat, bahwa kebahagiaan warga Kota Jambi berangkat dari lingkungan yang bersih, sehat, hijau, serta kehidupan sosial yang harmonis,” lanjutnya.

Dalam program inovatif ini, Pemerintah Kota Jambi mengalokasikan dana pembangunan sebesar Rp100 juta per RT setiap tahun, sebagai upaya nyata untuk memberdayakan masyarakat dan mendorong inisiatif lokal. Dana ini menjadi modal strategis bagi warga untuk mewujudkan kegiatan prioritas di lingkungannya, mulai dari pembangunan sarana dan prasarana, penguatan kelembagaan, hingga pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh.

“Nantinya, 67 RT percontohan ini akan menjadi pelopor pelaksanaan program pembangunan berbasis komunitas dengan anggaran Rp100 juta yang telah disediakan,” ujarnya.

BACA LAINNYA  Bertemu dan Berdialog dengan Petani di Desa Tidar Kuranji, Gubernur Al Haris Dukung Pengembangan Komoditas Cabai

Ia menambahkan, setelah uji coba tahun ini, program ini akan diperluas pada tahun berikutnya untuk mencakup seluruh RT di Kota Jambi, yaitu 1.650 RT, sehingga manfaatnya dirasakan secara menyeluruh.

“Tahun depan, kita akan menganggarkan total Rp165 miliar yang akan berputar langsung di tengah masyarakat, sebagai kekuatan nyata untuk membangun komunitas yang mandiri, kreatif, dan produktif,” tegasnya.

Program Kampung Bahagia menitikberatkan pada pengelolaan sampah yang lebih modern dan terstruktur. Menurut Maulana, nantinya tidak akan ada lagi sistem pembuangan sampah terbuka; seluruh sampah akan dikelola melalui sistem tertutup dan diambil langsung dari rumah tangga.

“Nanti masyarakat tidak boleh keluar membuang sampah, kecuali diambil oleh petugas, sehingga tidak ada lagi TPS-TPS liar. Pemahaman ini perlu kita dorong secara bersama-sama,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui Kampung Bahagia, armada bentor akan disiapkan, dan anak-anak muda yang belum bekerja dapat diberdayakan untuk mengangkut sampah dari rumah-rumah, kemudian memilah dan mengolahnya sehingga memiliki nilai ekonomi.

“Proses ini memang membutuhkan waktu, tapi kami yakin, kalau kita mencintai kota ini, kita harus menjaga kebersihannya bersama-sama. Mudah-mudahan komitmen ini bisa kita mulai hari ini,” tuturnya.

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Arungi Banjir, Gubernur Al Haris dan Wakil Bupati Muaro Jambi Tinjau Banjir di Desa Sarang Burung dan Berikan Bantuan Sembako 

Pemerintah

Gubernur Aceh Bentuk Satgas, Awasi Program Rumah Layak Huni

Pemerintah

Pemkot Sungai Penuh Gelar Safari Ramadhan di Masjid Agung Pondok Tinggi 

Pemerintah

Launching Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah Untuk Bantuan Pangan Di Sarolangun Tahun 2025, Kasat Intelkam Polres Sarolangun Turut Hadir

Pemerintah

Minimnya Petugas Rehabilitasi, Jadi Kendala BNN Tangani Pecandu Narkotika

Pemerintah

Respons Cepat Ketua DPRD Kota Kemas Faried, Koordinasi dengan Dinas PU Jalan Rusak di Lorong Gotong Royong Segera Diaspal

Pemerintah

Hari Kedua di Bengkulu, Presiden Akan Resmikan Jalan Tol Bengkulu-Taba Penanjung

Pemerintah

Sidak Stockpile Batu Bara PT Usaha Mitra Batanghari: DPRD Jambi Tegaskan Kasus Pencemaran Akan Dibawa ke Kementerian