BULOG Gerak Cepat Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Perkuat Pengawasan Nasional Fokus Pasang Lantai, Gotong Royong Satgas dan Warga Kebut Rehab Musholla TMMD Mendekati Tahap Akhir, Progres Bedah Rumah Bapak Mulyono Sentuh 69 Persen Pencarian Korban Terseret Arus di Sungai Batang Asai, Pos SAR Bungo Kerahkan 7 Personel Pembimbingan Klien Pemasyarakatan, Bapas Kutacane Teken MoU Dengan BNNK Aceh Selatan

Home / Berita

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:31 WIB

Wagub Aceh Minta Data Pascabencana Tak Berlarut, Bantuan Harus Tepat Waktu

 

Banda Aceh — Pemerintah Aceh menggelar rapat percepatan penyerahan data kerusakan rumah pascabencana di Kantor Gubernur Aceh, Rabu (7/1/2026). Rapat tersebut diikuti para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait, serta bupati dan wali kota dari daerah terdampak yang mengikuti secara daring.

 

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan bantuan lauk pauk sebesar Rp450 ribu per jiwa bagi warga terdampak yang akan menempati hunian sementara (huntara). Namun, Pemerintah Aceh mengusulkan agar bantuan tersebut dapat disalurkan lebih awal, tanpa menunggu warga resmi menempati huntara.

 

“Prinsipnya, bantuan harus hadir lebih cepat. Jangan menunggu masyarakat pindah ke huntara, sementara kebutuhan hidup mereka mendesak,” tegas Fadhlullah.

BACA LAINNYA  Ketum SMSI Firdaus Tandatangani MoU Bersama Konselor Kebudayaan Iran Ebrahimi

 

Ia menjelaskan, Kemensos akan sepenuhnya berpatokan pada data yang diusulkan oleh pemerintah kabupaten dan kota. Selain bantuan bagi penghuni huntara, pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi warga yang mengungsi ke rumah keluarga atau kerabat, yakni sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga (KK) per bulan.

 

Dalam arahannya, Fadhlullah juga menekankan pentingnya keseragaman surat keputusan (SK) penetapan kerusakan rumah. Seluruh rumah terdampak, baik kategori rusak ringan, sedang, maupun berat, diusulkan menerima dana perabotan sebesar Rp3 juta per unit. Kebijakan ini diambil mengingat hampir seluruh rumah terdampak banjir mengalami kerusakan perabotan yang tidak lagi dapat digunakan.

 

Untuk mempercepat realisasi bantuan, pengusulan data akan dilakukan dalam dua tahap. Pemerintah Aceh menargetkan data tahap pertama sudah diserahkan sebelum 15 Januari 2026, sehingga masyarakat dapat segera menerima bantuan jaminan hidup (jadup) dari Kemensos maupun dana perabotan.

BACA LAINNYA  Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Desa Bukit, Karo SDM dan Kapolres Sarolangun : Wujudkan Anak Bergizi dan Berkarakter

 

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota agar memastikan keabsahan dan akurasi data yang diusulkan. Pasalnya, data tersebut akan menjadi dasar penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dan tidak dapat diubah setelah disahkan pemerintah pusat.

 

“Program rehabilitasi dan rekonstruksi akan berjalan sesuai data R3P. Karena itu, validitas data menjadi kunci agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” ujar M Nasir.

 

Zainal

Share :

Baca Juga

Berita

Jelang Natal dan Tahun Baru 2022, Kapolda Jambi Bersama Gubernur dan Danrem Sidak Pasar Angso Duo 

Berita

Tindak Lanjuti Laporan Masyarakat, Ketua Komisi II DPRD Tanjabbar Lakukan Sidak ke Lapas Kuala Tungkal 

Berita

Pererat Sinergi Jaga Stabilitas dan Keamanan, Kapolda Jambi Terima Audiensi Bank Indonesia 

Berita

Ratusan Nasi Bungkus Dibagikan Personel Spripim Polda Jambi di Angso Duo dan Mesjid 1000 Tiang

Berita

Kapolda Jambi Sambut Hangat Silaturahmi Rombongan Direksi Garuda Indonesia

Berita

Usai Jumat Curhat, Kapolres Batangahri Sarahkan Bantuan Korban Longsor Abrasi

Berita

Kado Kemerdekaan, 349 Warga Binaan Lapas Kuala Tungkal Terima Remisi, 5 Orang Hirup Udara Bebas

Berita

Respons Cepat BNNP Jambi, Informasi Warga Berujung Penangkapan Pelaku Narkoba di Desa Sarang Burung