Kebakaran Landa Pasar Teluk Nilau, Polisi dan Damkar Berjibaku Padamkan Api May Day 2026, PMII Tanjab Barat Turun ke Jalan: Tolak Upah Murah dan Kontrak Berkepanjangan May Day 2026 Tanjab Barat: Dialog Tripartit Bahas Upah Layak, 4.000 Pekerja Rentan Masuk BPJS Peringati May Day 2026, Pemkab Tanjab Barat Tekankan Kolaborasi Industri dan Kesejahteraan Buruh Banjir Rendam Sarolangun, Brimob Polda Jambi Hadir Bantu Pemulihan

Home / Berita

Minggu, 20 Oktober 2024 - 17:12 WIB

Belum Terpilih Jadi Menteri di Kabinet Prabowo, Begini Kata Bijak Dr. Iswadi, M.Pd.

Jakarta – Ketua Umum Solidaritas Pemersatu Bangsa Indonesia (SPBI), Dr. Iswadi, M.Pd. menanggapi dengan bijak terkait belum masuknya namanya dalam Kabinet Zaken yang diumumkan Presiden Prabowo. Meski belum terpilih sebagai Menteri Pendidikan, Dr. Iswadi menekankan bahwa keputusan tersebut merupakan hak prerogatif Presiden.

 

“Ini sudah menjadi pilihan Pak Prabowo, sesuai pertimbangan politik yang matang. Kita harus mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada sekadar nama,” ujar Dr. Iswadi kepada wartawan pada Minggu (20/10).

 

Alumni Program Doktoral Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta ini juga menyoroti bahwa pengumuman Kabinet Zaken memicu diskusi dan spekulasi di berbagai kalangan. Dalam situasi politik yang dinamis, posisi Menteri Pendidikan diharapkan diisi oleh sosok yang memiliki kepemimpinan tangguh, visi progresif, serta pemahaman mendalam tentang permasalahan pendidikan Indonesia.

BACA LAINNYA  Keluarga Besar Ditpolairud Polda Jambi Nobar Sayap-sayap Patah, Kombes Pol Agus Tri : Film Tersebut Gambarkan Dinamika Sebagai Anggota Polri

 

Sebagai seorang akademisi, Dr. Iswadi menekankan pentingnya transparansi dalam proses seleksi jabatan publik, terutama di sektor pendidikan. “Pendidikan adalah isu yang sangat kompleks, bukan hanya soal kurikulum tetapi juga menyangkut ketidakmerataan akses dan tantangan di daerah terpencil,” jelasnya. Menurutnya,Menteri Pendidikan harus mampu membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Meski belum terpilih, Dr. Iswadi melihat ini sebagai momen refleksi pribadi. “Jabatan adalah amanah besar yang memerlukan kesiapan mental, spiritual, dan intelektual,” ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa jabatan bukan satu-satunya jalan untuk berkontribusi. Sebagai akademisi, Dr. Iswadi percaya dirinya masih memiliki ruang luas untuk terus berjuang memperbaiki pendidikan Indonesia.

 

Dalam pandangannya, pendidikan harus diarahkan pada pembangunan karakter, literasi digital, dan penanaman nilai kebangsaan. Ia menilai pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk memperkuat sistem pendidikan. “Tanggung jawab pendidikan tidak bisa hanya di pundak pemerintah. Semua elemen masyarakat harus terlibat aktif,” tegasnya.

BACA LAINNYA  Ombudsman Jambi: Roadshow KPK Tidak Hanya Acara Jalan-Jalan

 

Dr. Iswadi juga menyampaikan doa dan harapannya kepada sosok yang terpilih sebagai Menteri Pendidikan,dia berharap figur tersebut mampu mendengarkan aspirasi dan berkomitmen untuk melakukan perubahan nyata.

 

Meski tidak masuk dalam kabinet, Dr. Iswadi tetap optimis melanjutkan kiprahnya di dunia pendidikan. Baginya, pengabdian terhadap pendidikan adalah tugas abadi yang harus dijalankan oleh setiap individu yang peduli pada masa depan generasi muda.

 

“Mari kita terus berkarya dan berinovasi untuk masa depan pendidikan Indonesia yang lebih baik,” tutup Dr. Iswadi.

Share :

Baca Juga

Berita

Pjs. Gubernur Sudirman: Dialog Kerukunan Antar Umat Beragama Sangat Penting 

Berita

Wagub Fadhlullah Resmikan Pusat Pelatihan Budidaya Bibit Kakao Unggul di Aceh Timur 

Berita

Lakukan Penertiban Truk Batubara, Ditlantas Polda Jambi Tilang 9 Armada Yang Langgar Peraturan

Berita

Semarak HBP ke-62, Lapas Banda Aceh Ramaikan Bazar Produk Warga Binaan di Lapas Lhoknga

Berita

Lantik 5 Pimti Madya, Yasonna Minta Buat Terobosan Kreatif

Berita

Polisi Temukan Tanki Truk 70 Liter Dalam Mobil Katana Terbakar di APMS Sungai Gelam 

Berita

Tindak Tegas Pelaku PETI, Polres Sarolangun Turut Amankan Satu Alat Berat 

Berita

Puji Kolaborasi M.Hafiz Fattah dan Pemprov, Feri Amsari : Rejuvenasi Gerakan Ruang Diskusi Kritis yang Dibutuhkan Pemuda