Rakor Penanganan Karhutla Tanjab Barat, Wakapolda Jambi Tekankan Sinergi Semua Pihak  Wakapolda Jambi Tinjau Posko Karhutla di Tanjab Barat, Pastikan Kesiapan Personel dan Peralatan Wagub Dek Fadh Hadiri Maulid Bersama Ratusan Anak Yatim di Teupin Raya Menteri Kehutanan Apresiasi Sinergi dan Dukung Penambahan Helikopter Wabup Katamso Apresiasi PT LPPPI, Lontar Fair 2026 Semarakkan Ekonomi Warga Tebing Tinggi

Home / Berita

Kamis, 3 Maret 2022 - 19:47 WIB

Kualitas Air Tak Layak, Warga Desa Sungai Sayang Enggan Gunakan Sumur Bor

Bidik Indonesia News – Tanjung Jabung Timur, pembangunan sumur bor beserta MCK yang dibangun beberapa tahun lalu berlokasi di Desa Sungai Sayang Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjab Timur – Jambi, sudah tidak digunakan masyarakat.

 

Saat ini, bangunan tersebut tidak berfungsi dan menjadi tempat untuk meletakkan hasil kebun warga sekitar.

Selain sudah macet, kualitas air sumur bor tersebut sepertinya tidak layak sehingga masyarakat enggan menggunakan.

 

Menurut keterangan warga, sumur bor tersebut mengalami macet sekitar kurang lebih setahun yang lalu. Awalnya, masyarakat memang menggunakan sumur bor tersebut untuk kebutuhan sehari-hari namun karena kualitas air yang rasanya asin kemudian telah dibangun sumur bor baru maka dari itu masyarakat beralih ke sumur bor baru yang kualitas airnya lebih baik.

BACA LAINNYA  BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 6 meter di Perairan Indonesia

 

Disinggung terkait sumber anggaran dan siapa yang membangun, warga tersebut justru tidak tahu. “Tidak tahu saya Pak, “jawabnya.

 

Sementara itu, menurut Keterangan Kades Sungai Sayang “Ahmadiah”, bahwa sumur bor yang berlokasi di RT 2 Dusun 1 sudah tidak berfungsi sekitar setahun lebih.

Kades membenarkan bahwa ada pembangunan sumur bor baru ditahun 2020 saat ia baru menjabat.

Kades juga menyebutkan, dibangunnya sumur bor baru karena sumur bor yang lama kualitas airnya asin dan kuning (karat).

BACA LAINNYA  Breaking news!!! Info Orang Hilang : Gadis 22 Menghilang Setelah Izin Membeli Paket Internet

“Ditahun 2020 kami berada disini memang airnya sudah asin, “ujar Kades.

 

Saat ini, sekitar 200 kepala keluarga sudah menggunakan sumur bor yang baru dibangun tersebut, dan sumur bor yang lama tidak digunakan masyarakat karena rasanya yang asin.

Kades memperkirakan, pembangunan sumur bor yang lama tersebut ditahun 2017 atau 2018 (zaman Kades lama.red) dengan menggunakan Dana Desa.

 

Awal-awal airnya itu bening tapi asin, kalau dibiarkan sekitar beberapa jam warna air akan berubah menjadi kuning, “jelas Kades pula saat dikonfirmasi melalui via handphone, Kamis (3/3/2022).

 

Penulis : Doni Riyadi

Share :

Baca Juga

Berita

Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Jambi Saksikan Langsung Penandatanganan Komitmen Pelaksanaan ZI di Kanwil Kemenkumham

Berita

Presiden Jokowi akan Pimpin Sejumlah Pertemuan pada KTT Ke-42 ASEAN

Berita

KPA Sagoe Meuh Ijoe Siap Menangkan Cagub Mualem-Dek Fadh dan Cabup Alfarlaky-Zainal (AZAN)

Berita

Fitur Pada NMAX “TURBO” Ini Jadi Andalan Para Biker Saat Touring Jarak jauh 

Berita

PPTB Kawal Komitmen Perusahaan Perbaiki Fender Jembatan Aur Duri 1 Hingga Rampung

Berita

Pelindo Jambi Berperan Aktif dalam Operasi Gabungan TIMPORA untuk Pengawasan Warga Negara Asing (WNA)

Berita

Api Mengamuk di SMPN 20 Jambi, Diduga Dipicu Korsleting Listrik

Berita

Pemerintah Tanjab Barat Gelar Program Arus Balik Gratis untuk Perantau, Bupati Anwar Sadat: ‘Keselamatan adalah Prioritas Utama