Persiapan Operasi Ketupat 2026 , Polres Tanjab Barat Perkuat Sinergi Lintas Sektoral  Berkah Ramadhan: PetroChina Serahkan Dua Unit Rumah Dinas untuk Kodim 0419/Tanjab Polres Tanjab Barat Gelar Sosialisasi Call Center 110 di Festival Arakan Sahur Ramadhan 1447 Hijriah  Apresiasi Pemda Tanjab Barat atas Peluncuran Layanan Call Center 110 oleh Polri Dukung Swasembada Pangan 2026, Polres Tanjab Barat Gelar Penanaman Jagung Serentak

Home / Berita

Rabu, 12 Oktober 2022 - 19:42 WIB

dr. Triana Budi Sulistya SpM(K) : Gas Air Mata Tidak Menyebabkan Kebutaan

Bidik Indonesia News, MALANG KOTA – Efek dari gas air mata bisa dirasakan sejumlah korban tragedi Kanjuruhan hingga beberapa waktu ke depan. Yang paling umum yakni mata memerah.

 

Keterangan itu diperkuat pernyataan dr. Triana Budi Sulistya SpM(K), salah satu dokter spesialis mata di RSAA Kota Malang.

 

Secara umum kata dr. Triana Budi gas air mata ini akan berpengaruh pada mata tergantung pada 3 hal yaitu jumlah yang terpapar, lamanya terpapar dan penanganan awal pada saat trauma.

 

Semakin sedikit yang terpapar, semakin sedikit waktu terpapar serta penanganan awal yang baik, dampak yang terjadi akan sangat minimal.

 

“Itu bisa menyebabkan erosi (luka) pada sel epitel (sel permukaan) kornea,tapi erosi itu bisa sembuh dalam waktu 24 sampai 48 jam,” kata dokter spesialis mata di RS. Saiful Anwar Kota Malang ini.

BACA LAINNYA  Ditreskrimsus Polda Jambi Nobar Film Sayap-sayap Patah 2, Kombes Pol Dr Bambang: Antara Tugas dan Keluarga 

 

Menurutnya jika terjadi pendarahan subkonjungtiva, atau pendarahan di bawah selaput lendir mata, efeknya memang agak parah.

 

“Biasanya, mata bakal memerah hingga dua sampai tiga pekan,”tambah dr.Budi di Malang, Selasa(11/10/22).

 

Namun demikian lanjut dr.Budi pendarahan (subkonjungtiva) itu masih dalam tahap aman, dan tidak menyebabkan kebutaan.

 

“Kecuali ada faktor lain,seperti cedera pada bagian otak atau cedera di kepala,” tambah dokter yang juga berpraktik di Malang Eye Center (MEC) tersebut.

 

Pria yang akrab disapa Budi ini menjelaskan bila mata memerah bisa disebabkan berbagai faktor.

 

Selain dari paparan gas air mata, bisa juga berasal dari pukulan dan mengejan yang terlalu kuat.

BACA LAINNYA  Kepala Desa Suka Maju Bangga dengan Adanya Kunjungan Tim Wasev TMMD ke-121 Kodim 0415/Jambi

 

Dia menyebut bila sejumlah korban tragedi Kanjuruhan yang datang ke tempatnya mengalami multiple trauma atau cedera di lebih dari satu sistem organ. Jadinya sulit untuk menyimpulkan penyebab mata merah yang terjadi pada korban.

 

Ia menyebutkan ada 2 pasien tambahan dengan exposure keratitis dimana ini bukan semata-mata disesbabkan oleh gas air mata, akan tetapi bisa terjadi pada pasien dengan kesadaran menurun, yang kelopak matanya tidak dapat menutup sempurna, sehingga terjadi infeksi kornea (keratitis).

 

Secara umum, Budi memastikan bila dampak dari paparan gas air mata bukan sesuatu yang membahayakan, atau bisa menyebabkan kebutaan. (**)

Share :

Baca Juga

Berita

Polda Jambi Kembali Stop Sementara Mobilisasi Angkutan Batu Untuk Kelancaran Jemaah Haji 

Berita

Tabrak Mobil Innova, Dua Remaja Asal Sungai Kapas Merangin Tewas

Berita

Kapolsek Jelutung Pimpin Langsung Pengamanan Antisipasi Kelulusan Siswa SMA

Berita

Korem 042/Gapu Gelar Do’a Bersama Dalam Rangka Hari Juang TNI AD 2021

Berita

Ketua DPW Puspa RI Minta Inspektorat Audit Dana Puskesmas Sungai Bengkal 

Berita

Jelang Nataru, Polres Aceh Timur Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Seuawah 2024

Berita

Wujud Kepedulian, Korem 042/Gapu Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim Piatu

Berita

Tim Gabungan Polda Jambi, Kodim 0415 Jambi, POM II Sriwijaya Lakukan Penertiban Ilegal Drilling di Kawasan Tahura STS