SUNGAI PENUH – Perum Bulog Cabang Sungai Penuh – Kerinci telah menyiapkan penyaluran Bantuan Pangan Beras Tahap II kepada 8300 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Kota Sungai Penuh, Program ini menjadi bagian dari Upaya Menjaga Akses Pangan, Melindungi Daya Beli Masyarakat, sekaligus memperkuat Stabilitas Harga Beras pada semester II 2026 ini.
Sebanyak 249ribu kilogram beras disiapkan untuk memenuhi Alokasi Bantuan Juli, Agustus, dan September 2026. Setiap Keluarga penerima akan memperoleh 10 Kilogram Beras per bulan atau total 30 Kilogram untuk Tiga Bulan. Penyaluran direncanakan dilakukan sekaligus mulai besok 14 Agustus 2026 dengan Skema One Shot agar Manfaat Bantuan dapat lebih cepat diterima masyarakat.
Kepala Cabang Perum Bulog wilayah Kerinci dan Kota Sungai Penuh Fahmi Hafiza Siregar memastikan penyaluran menggunakan basis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) versi 3 tahun 2026. Pemutakhiran Data Penerima dilakukan untuk memastikan bantuan menjangkau keluarga yang membutuhkan sekaligus meminimalkan Risiko Salah Sasaran.
“ Untuk penyaluran pihak Desa masig-masing dengan Acuan DTSEN, adapun penyaluran Sebanyak tiga kali, atau untuk tiga bulan, 10kg 3x yakni 30kg setiap KPM, total lebih dari 249ribu kilogram beras untuk kota sungai penuh saja,” Jelas Pinca Bulog Wilayah Kerinci dan Kota Sungai Penuh Fahmi Hafiza Siregar saat diwawancarai Acara Sosialisasi Beras Pangan Tahap 2. (Kamis 13/08/2026)
Dari sisi pendanaan, Pemerintah juga telah memperoleh kepastian Anggaran. Pada 28 Juli 2026, Bapanas mengumumkan Kementerian Keuangan telah menyetujui Anggaran Belanja Tambahan sebesar Rp 17,52 triliun untuk Bantuan Pangan Beras Selama Tiga Bulan. Persetujuan tersebut kemudian diproses menjadi Surat Penetapan Satuan Anggaran Bagian Anggaran (SP SABA) sebagai bagian dari tahapan Administrasi sebelum pelaksanaan penugasan.
Untuk Ketersediaan stok dalam jumlah besar menjalankan Bantuan Pangan sekaligus mempertahankan kemampuan menjaga Stabilitas Pasokan Dan Harga. Di sisi lain, BULOG terus menyerap Gabah dan Beras Produksi dalam daerah setempat sehingga Cadangan tetap ditopang hasil petani local.
Fahmi Berharap Penyaluran hampir 200ribu ton beras secara langsung kepada Keluarga Penerima juga dinilai dapat membantu Menahan Tekanan Harga di tingkat Konsumen. Ketika sebagian Kebutuhan Rumah Tangga dipenuhi melalui Bantuan Pangan.
“ Dengan demikian, Program tersebut tidak hanya berfungsi sebagai Perlindungan Sosial, tetapi juga menjadi salah satu Instrumen Pemerintah dalam menjaga Stabilitas Harga Pangan,” Imbuhnya.
Bantuan Pangan Beras Tahap II merupakan kelanjutan dari tahap pertama untuk alokasi Februari dan Maret 2026. Pada tahap pertama, bantuan telah menjangkau 8000 keluarga atau 90 persen dengan total beras yang tersalurkan mencapai 2200 kilogram. Selain itu Perum BULOG melakukan pemeriksaan mutu dan kesiapan stok sebelum distribusi untuk memastikan bantuan yang diterima masyarakat memenuhi standar dan layak dikonsumsi.
Menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia, penyaluran Bantuan Pangan Beras Tahap II menjadi Salah Satu Upaya Pemerintah memastikan Cadangan Pangan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“ Melalui penyaluran 30 kilogram beras untuk setiap Keluarga Penerima, Pemerintah berupaya menjadikan hasil Produksi Petani dan Cadangan Pangan Nasional sebagai bantalan bagi masyarakat, sekaligus memperkuat Stabilitas Pangan Nasional,” Tutup Pinca Bulog Wilayah Kerinci dan Kota Sungai Penuh Fahmi Hafiza Siregar.











