Sungai Penuh – Sebuah pengakuan memilukan muncul dari seorang penumpang travel berinisial F yang mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan di wilayah Pesisir Selatan pada Rabu dini hari, 12 Februari 2026 dengan tiket yang tertera keberangkatan pada 11 februari 2026 malam.
Melalui unggahan video di media sosial, F membeberkan kronologi kejadian sekaligus kekecewaannya terhadap respons pihak jasa travel yang ditumpanginya.
Dalam video tersebut, F menceritakan momen mencekam ketika mobil travel yang membawanya mengalami kecelakaan di tengah perjalanan. Suasana panik disebut langsung menyelimuti para penumpang, terutama setelah benturan menyebabkan sejumlah barang rusak dan beberapa penumpang mengalami luka.
“Setelah kejadian, kondisi sangat kacau. Saya mengalami memar di beberapa bagian tubuh, dan barang pribadi saya juga rusak,” ungkap F dalam pernyataannya.
Tak hanya itu, F juga menyoroti sikap sopir travel yang dinilai kurang menunjukkan kepedulian terhadap kondisi penumpang. Ia menyebut sopir lebih fokus menghubungi pihak tertentu dan memeriksa kerusakan kendaraan dibanding memastikan keselamatan serta kondisi korban.
Menurut F, terdapat penumpang lain yang juga mengalami luka akibat kecelakaan tersebut. Namun, perhatian terhadap penumpang dinilai minim, sehingga menambah rasa trauma dan kecewa yang dirasakan korban.
Pasca kejadian, F mencoba menemui pihak jasa travel berinisial SM, yang dikenal sebagai salah satu penyedia angkutan orang cukup populer di wilayah Sungai Penuh dan Kerinci. Tujuannya untuk meminta pertanggungjawaban, termasuk ganti rugi atas barang yang rusak serta dampak fisik yang dialaminya.
Namun, upaya tersebut diklaim tidak mendapat tanggapan serius dari pihak travel. F mengaku berharap adanya itikad baik, perhatian, serta bentuk tanggung jawab atas kejadian yang dialaminya sebagai penumpang.
“Saya hanya ingin ada kepedulian dan tanggung jawab. Bukan semata soal materi, tetapi rasa kemanusiaan setelah kejadian yang cukup traumatis,” ujarnya.
Sementara itu, unggahan video F di media sosial telah memicu perhatian warganet, dengan banyak komentar yang menyampaikan simpati sekaligus meminta adanya klarifikasi dari pihak terkait.
Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan serta tanggung jawab penyedia jasa transportasi terhadap penumpang, terutama dalam situasi darurat pascakecelakaan.











