KUALA TUNGKAL – Mahasiswa PMII Universitas Islam An-Nadwah Kuala Tungkal menyoroti matinya distribusi air PDAM selama beberapa hari terakhir yang membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Minimnya informasi resmi dari pihak PDAM dinilai memperparah kebingungan masyarakat.
“Kami sangat menyayangkan matinya distribusi air PDAM selama beberapa hari terakhir yang membuat masyarakat Kuala Tungkal kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Yang lebih kami sesalkan adalah minimnya informasi yang diterima masyarakat,” ujar Ketua PMII An-Nadwah Kuala Tungkal, Dito Setiawan, Senin (2/6).
Menurut Dito, saat warga kebingungan mencari air bersih, pihak yang bertanggung jawab justru terkesan lambat memberikan penjelasan yang jelas dan terbuka. Padahal masyarakat bukan hanya pelanggan yang membayar tagihan setiap bulan, tetapi juga warga yang berhak mendapat pelayanan dan informasi transparan.
“Jangan biarkan masyarakat menebak-nebak sendiri apa yang sebenarnya terjadi. Ketika pelayanan terganggu selama berhari-hari, maka sudah menjadi kewajiban PDAM untuk menyampaikan penyebab, langkah penanganan, dan perkiraan waktu normalisasi secara terbuka,” tegasnya.
PMII An-Nadwah menyatakan akan berdiri bersama masyarakat. Jika ada kelalaian pelayanan, harus ada evaluasi serius. Jika ada kendala teknis, jelaskan ke publik secara jujur.
“Kami di sini tidak sedang mencari kesalahan siapa pun. Namun kami ingin mengingatkan bahwa pelayanan air bersih menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, kami meminta pihak PDAM segera memberikan penjelasan resmi kepada publik,” kata Dito.
Ia menambahkan, jika persoalan ini terus dibiarkan tanpa transparansi memadai, pihaknya akan terus mengawal isu ini sampai masyarakat mendapatkan haknya dan memperoleh kejelasan yang dibutuhkan.
“Kami tidak sedang mencari kesalahan siapa pun. Tapi jangan sampai kepercayaan masyarakat terus menurun akibat buruknya komunikasi kepada pelanggan,” pungkas Dito.
Terpisah di Hari yang sama Dirut Perumda Air Minum Tirta Pengabuan Feri Elvianto melalui Humas Makbullah buka suara menanggapi keluhan warga soal distribusi air ke pelanggan yang tidak maksimal beberapa hari terakhir.
Makbullah menegaskan gangguan bukan disebabkan kebocoran pipa transmisi atau pipa distribusi.
“Gangguan distribusi air ke pelanggan beberapa hari tidak maksimal bukan karena ada kebocoran pipa transmisi atau pipa distribusi, melainkan dampak gangguan listrik Sumatra yang terjadi beberapa hari lalu,” ujarnya.
Ia menjelaskan ada trouble listrik di kawasan Tebing Tinggi. Arus listrik itu digunakan untuk lokasi intake dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) terkendala drop tegangan.
“Meski kondisi nyala, tapi voltasenya tidak cukup. Ini tidak bisa kami paksakan beroperasi,” katanya.
Selain itu, booster yang tersebar dari Tebing Tinggi – Senyerang – Teluk Nilai – Pudin – Bram Itam/Panting juga terkendala karena listriknya tidak satu server.
“Ini juga bagian dari kendala kami,” tambah Makbullah.











