Mediasi Hingga Larut Malam, Wagub Aceh Selesaikan Perselisihan APBK Aceh Singkil 2026 Jaga Lapas Tetap Kondusif, Kalapas dan Ka KPLP Beri Pengarahan tentang Ketertiban Tiga Kali Dipanggil, CJH Sungai Penuh Pilih Batalkan Berangkat Haji Dialog dengan Pedagang, Wako Alfin Serap Aspirasi di Pasar Tanjung Bajure Wawako Azhar Ikuti Panen Jagung, Dorong Swasembada Pangan di Sungai Ning

Home / Berita

Jumat, 16 Mei 2025 - 11:59 WIB

Film Sayap-Sayap Patah 2, Kapolda Jambi : Film yang Menceritakan Perjuangan Antara Tugas Negara dan Keluarga

Film Sayap-Sayap Patah 2, Kapolda Jambi : Film yang Menceritakan Perjuangan Antara Tugas Negara dan Keluargal

 

Empati dan Kesadaran Terhadap Tugas Polisi

 

bi – Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar didampingi Ketua Bhayangkari Daerah, nonton bareng (nobar) film “Sayap-Sayap Patah 2” bersama jajaran kepolisian Polda Jambi, OKP, Ormas, LSM dan Media, pada Kamis malam (15/05/2025).

 

Film yang terinspirasi dari peristiwa terorisme Bom di Gereja Samarinda tahun 2016 ini berhasil menyentuh hati para penonton dengan kisahnya yang menggambarkan dilema dan pengorbanan seorang anggota polisi.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar menyampaikan bahwa film ini menyajikan perspektif yang berbeda tentang kehidupan seorang polisi, yang tidak hanya dituntut untuk melindungi masyarakat dari ancaman terorisme, tetapi juga harus menjalankan peran sebagai ayah dan orang tua tunggal.

BACA LAINNYA  Komitmen Kapolres Tanjab Timur Tangkap Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

 

“Film ini mengingatkan kita bahwa polisi juga manusia. Mereka memiliki tanggung jawab besar dalam melindungi masyarakat dari kejahatan, termasuk terorisme. Namun di sisi lain, mereka juga memiliki peran penting dalam keluarganya. Sayap-Sayap Patah 2 dengan sangat baik menggambarkan bagaimana seorang polisi menghadapi dilema tersebut,” ujar Irjen Pol Krisno H Siregar.

 

Kapolda Jambi juga menyoroti beberapa pelajaran penting yang bisa dipetik dari film ini.

 

Menurutnya, dendam tidak pernah menjadi solusi dalam menyelesaikan masalah. Hal ini tercermin dalam pesan kuat film tersebut bahwa “nyawa diganti nyawa” tidak akan menghentikan lingkaran kekerasan.

 

“Pelajaran lainnya adalah bahaya paham radikal. Dalam kasus terorisme, sosok yang mampu mencuci otak orang lain justru lebih berbahaya dibandingkan dengan pembuat bom itu sendiri. Itulah mengapa kita perlu waspada dan terus memperkuat upaya deradikalisasi di tengah masyarakat,” tambahnya.

BACA LAINNYA  Pelaku Pembacokan Di Pal 10 Sempat Jilat Darah Korban agar Tak dihantui

 

Irjen Pol Krisno H Siregar juga mengapresiasi kreator film “Sayap-Sayap Patah 2” yang berhasil mengangkat kisah nyata dengan perspektif yang mengedukasi masyarakat. Menurutnya, film semacam ini tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik, mengajak penonton untuk memahami sisi lain kehidupan aparat keamanan.

 

“Semoga ke depan semakin banyak film yang mengangkat tema tugas-tugas polisi dengan sudut pandang yang menginspirasi dan menggugah empati masyarakat. Saya yakin, baik di bioskop maupun di platform digital seperti Netflix, film seperti ini akan mendapat tempat di hati publik,” tutup Kapolda Jambi.

 

Acara nobar tersebut disambut antusias oleh para peserta, yang terlihat sangat terkesan dengan jalan cerita dan pesan moral dari film “Sayap-Sayap Patah 2”. (IR)

Share :

Baca Juga

Berita

Komitmen Kapolres Tanjab Timur Tangkap Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

Berita

Gelar Sholat Idul Adha, Suka Cita Ratusan Warga Binaan Lapas Kuala Tungkal 

Berita

Ojk Cabut Izin Usaha Pt Hewlett-packard Finance Indonesia

Berita

RS Raden Mattaher Tegaskan Pelayanan untuk Pasien JKN Tak Dibedakan dengan Pasien Umum

Berita

SKK Migas – PetroChina Serahkan Bantuan Kepada 100 Anak Yatim dan Kaum Dhuafa di Tanjung Jabung Barat

Berita

Keluarga Besar Alumni PIM 4 tahun 2019, Berduka Atas Wafatnya Ibunda Budi Wibowo

Berita

Kebijakan Al Haris Didukung Berbagai Elemen Masyarakat

Berita

Terlibat Kasus Narkotika Polres Muaro Jambi Rekomendasikan Pemecatan 5 Personel Nya