Batu Bara – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian, sekaligus penanaman bibit pohon kelapa hibrida, Selasa (9/9/2025). Acara ini digelar serentak secara virtual melalui zoom meeting bersama jajaran pemasyarakatan se-Indonesia, yang dipusatkan di Nusakambangan.
Kegiatan berlangsung di lapangan depan Kantor Lapas Labuhan Ruku, dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Labuhan Ruku Soetopo Berutu, jajaran Muspika Kabupaten Batu Bara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Batu Bara, Danramil Talawi, perwakilan Lapas Kelas IIB Tanjung Balai, pejabat struktural, serta jajaran petugas Lapas Labuhan Ruku.
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan Mars Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, doa, serta penayangan video program ketahanan pangan Nusakambangan. Direktur Jenderal Pemasyarakatan kemudian menyampaikan laporan, disusul penyerahan alat pertanian dari Kementerian Pertanian kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan turut memberikan sambutan, sekaligus meresmikan sejumlah Balai Latihan Kerja (BLK) dan fasilitas pendukung ketahanan pangan di Nusakambangan, antara lain:
1. BLK Pengolahan FABA
2. BLK Pengolahan Pupuk
3. BLK Pengolahan Sampah
4. BLK Konveksi
5. BLK Budidaya Udang Vaname Pasir Putih
6. RS Pemasyarakatan Nusakambangan
7. Masjid Miftahul Khair
Acara puncak ditandai dengan penanaman pohon kelapa serentak di seluruh Indonesia. Di Lapas Labuhan Ruku, Kalapas Soetopo Berutu bersama jajaran dan tamu undangan menanam 50 batang bibit kelapa hibrida di area lahan milik Lapas. Kegiatan juga melibatkan Lapas Tanjung Balai secara bersamaan.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap program Asta Cita Presiden dalam bidang swasembada pangan, sekaligus implementasi UU No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, khususnya dalam aspek pembinaan dan kemandirian warga binaan,” ujar Kalapas Labuhan Ruku Soetopo Berutu.
Ia menegaskan, program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan dan pengembangan sektor pertanian di dalam lapas menjadi bagian penting dari pembinaan narapidana agar memiliki keterampilan produktif.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan mendapat antusiasme tinggi dari jajaran maupun tamu undangan. Dokumentasi kegiatan dilakukan oleh Humas Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, dan hasil pelaksanaan kegiatan telah dilaporkan kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara.











