SAROLANGUN – Upaya memperkuat ketahanan masyarakat dari ancaman narkotika dan paham radikal terus digencarkan. Kepala BNN Provinsi Jambi, Brigjen Pol. Asep Saepudin, S.I.K., menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 tidak hanya bergantung pada pembangunan ekonomi dan pendidikan, tetapi juga pada kemampuan masyarakat menjaga diri dari ancaman narkoba dan ideologi yang dapat merusak persatuan bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Brigjen Pol. Asep Saepudin saat menghadiri audiensi bersama Bupati Sarolangun H. Hurmin, SE, dilanjutkan Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Radikal dan Terorisme serta Bahaya Narkoba di Ruang Pola Kantor Bupati Sarolangun, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan dihadiri unsur Forkopimda, Densus 88 Antiteror Polri, TNI-Polri, kepala OPD, tokoh masyarakat, hingga perangkat desa se-Kabupaten Sarolangun.
Dalam paparannya, Brigjen Pol. Asep menekankan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum.
Menurutnya, keberhasilan pencegahan sangat ditentukan oleh kepedulian keluarga, sekolah, pemerintah daerah, serta masyarakat yang mampu menjadi benteng pertama dalam melindungi generasi muda.
“Ketahanan masyarakat merupakan fondasi utama untuk melahirkan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Jika anak-anak kita mampu menolak narkoba sejak dini, maka kita sedang menyiapkan sumber daya manusia yang akan membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Kepala BNNP Jambi juga mengingatkan masyarakat agar semakin waspada terhadap berbagai modus baru peredaran narkotika, termasuk penyalahgunaan rokok elektronik atau vape ilegal yang mengandung zat etomidate, yang belakangan dikenal dengan istilah “vape zombie”.
Produk tersebut dinilai sangat berbahaya karena dapat merusak kesehatan fisik maupun mental penggunanya.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah tergiur mencoba produk ilegal yang belum jelas kandungannya. Jika menemukan indikasi penyalahgunaan ataupun peredaran gelap narkotika, segera laporkan kepada BNN melalui Call Center 184. Peran aktif masyarakat sangat menentukan keberhasilan pemberantasan narkoba,” tegasnya.
Brigjen Pol. Asep juga menegaskan bahwa BNN terus mengedepankan pendekatan pencegahan melalui edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, guru, orang tua, pelajar, tokoh agama, hingga relawan anti narkoba memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan tersebut turut diisi dengan materi pencegahan radikalisme dan terorisme oleh Densus 88 Antiteror Polri, termasuk penyampaian pengalaman mantan narapidana terorisme sebagai pembelajaran bagi masyarakat agar tidak mudah terpapar paham ekstrem yang dapat mengancam keutuhan bangsa.











