Tebo Hari ini 23/10 LAMJ Kabupaten Tebo menerima kehadiran seorang anak negeri yang telah di buang jauh jauh ditanam dalam dalam digantung tinggi tinggi yang bernama Agus Rubiyanto Binti Sutriman, hal ini menepis semua tudingan yang selama ini dilemparkan ke LAMJ Tebo, antara lain politisasi, tidak paham adat dan sebagainya, padahal menurut ketua LAMJ “kami memanggil saudara Agus itu adalah untuk mengurangi hal hal yang tidak kita inginkan terjadi,karena yang satu kami panggil datang, yang satu yang mengiyokan tidak mau datang” ujar Datuk zahruddin pada acara sosialisasi Sanksi Adat untuk Agus Rubiyanto pada Senin 21/10″
Dan pada hari ini LAMJ kabupaten Tebo menunjukkan rasa welas asih, sebagai pengayom negeri menerima permintaan maaf Agus Rubiyanto, dengan membawa sebilah keris, kain putih dan tapak sirih, ” seluruh pengurus lembaga Adat menerima permintaan maaf Agus Rubiyanto, tapi untuk menerima dia menjadi anak negeri kembali tentu ada sanksi adat yang harus dibayar, nanti akan diputuskan, karena kami akan rapat dulu dengan seluruh pengurus LAMJ” ujar Ketua LAMJ Tebo”
Sebelumnya LAMJ Tebo menjatuhkan putusan tertinggi kepada Agus Rubiyanto dikarenakan tidak patuh kepada negeri, ” sudah kita panggil tiga kali, bahkan kita skor dua Minggu, tidak juga datang, bahkan saya telah menghubungi kerabatnya yang pernah menjadi Bupati Tebo, nyo dak mau tau, kita hubungi calon wakilnya dak jugo Tibo, terakhir kami minta Ketua MUI untuk membawanya dak jugo tebawo, maka jatuhlah sanksi tertinggi karena kami anggap Dio nak bekampung sendiri, dan belembago dewek” ujar Datuk Zaharudin pada Senin kemaren”
Terpisah Hafizan Romy Faisal menyayangkan sikap dari ARB yg mengingkari apa yg telah di sepakati untuk hadir bersama warisnya namun datang ke lembaga Adat Melayu Jambi Tebo turut juga bersama tim sehingga memicu kerusuhan sehingga terjadinya in siden dengan anggota debalang yg bertugas untuk mengawal acara penyerahan tandah patuh ARB pada lam.
Terkait dengan insiden tersebut Romy menyebutkan akan juga melaporkan kepada pihak polres Tebo yg di duga sebagai oknumu pelaku yg memicu insiden tersebut











